Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa kunci Indonesia menjadi negara maju bukan terletak pada pembangunan rumah sakit, melainkan pada upaya menjaga masyarakat tetap sehat.

Hal itu disampaikan Budi dalam pembukaan Leimena Conference 2026 di Gedung Widya Graha BRIN, Jakarta Selatan, Senin (27/7/2026).

>>> John Mayer Sumbang Rp90 Miliar untuk Riset PTSD, Fokus pada Kualitas Tidur

Menurutnya, kesehatan menjadi modal utama bagi Indonesia untuk memanfaatkan bonus demografi dan keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap).

"Strategi kesehatan yang benar dan pertama adalah menjaga masyarakat tetap sehat. Bukan mengobati orang sakit.

Mengobati orang sakit itu strategi keempat atau kelima," kata Budi.

Waktu Terbatas Manfaatkan Bonus Demografi

Budi mengingatkan bahwa Indonesia hanya memiliki waktu terbatas untuk memanfaatkan bonus demografi.

Salah satu langkahnya adalah dengan mengunggulkan kesehatan primer hingga ke daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar).

"Kalau tidak, kita berdosa ke anak kita, ke cucu kita. Mereka akan hidup selamanya di negara berpendapatan menengah," ujar Budi.

Ia mencontohkan Jepang yang menjadi negara maju tiga tahun setelah puncak bonus demografi, Singapura dan Korea Selatan lima tahun, serta Taiwan sekitar dua tahun.

>>> X Money Resmi Hadir di AS: Bunga 6% APY, Kartu Debit Visa, dan Asuransi FDIC

Sebaliknya, Thailand masih terjebak di level pendapatan menengah meski telah melewati puncak bonus demografi sejak 2009.

Budi memperkirakan Indonesia hanya memiliki waktu hingga sekitar 2035-2040 untuk meningkatkan pendapatan nasional bruto (GNI) per kapita dari sekitar US$5.000 menjadi US$14.000 sebagai syarat menjadi negara maju.

"Don't waste your time. Ini peluang emas yang singkat.