Kombinasi Sildenafil dan Statin Efektif Tekan Pertumbuhan Kanker
Penelitian terbaru dari Weizmann Institute of Science di Israel mengungkapkan bahwa kandungan aktif dalam obat disfungsi ereksi dapat memengaruhi penyebaran sel kanker.
Sildenafil terbukti mampu membatasi kemampuan sel kanker menyebar ke seluruh tubuh manusia melalui mekanisme disrupsi pasokan kolesterol.
>>> Piala AFF 2026: Ketajaman Mitchell Baker Ancam Posisi Vietnam
Para peneliti menemukan bahwa zat tersebut menghambat enzim phosphodiesterase type 5 yang kemudian meningkatkan level cyclic GMP di dalam sel.
Molekul cyclic GMP mengikat protein transport intraseluler untuk menjebak kolesterol di dalam kompartemen daur ulang seluler secara efektif.
Akibat proses penjebakan tersebut, tumor kehilangan material penting yang dibutuhkan untuk mengubah membran luar selama proses metastasis.
Tim ilmuwan telah mendemonstrasikan mekanisme anti-metastatik ini melalui pengujian pada model tikus, sel kanker manusia kultur, dan kanker payudara agresif.
Ketika dikombinasikan dengan statin penurun produksi kolesterol tubuh, pendekatan ganda ini memotong asupan serta penciptaan kolesterol sekaligus pada sel kanker.
Analisis rekam medis selama 20 tahun dari lima juta anggota layanan kesehatan Israel menunjukkan tingkat kelangsungan hidup yang lebih tinggi pada pasien kanker.
Peningkatan kelangsungan hidup paling signifikan diamati pada pasien yang mengonsumsi sildenafil secara bersamaan dengan obat statin.
Ayelet Erez selaku penulis senior studi menjelaskan bahwa timnya telah menemukan jalur biologi baru yang menghubungkan molekul sinyal dengan regulasi kolesterol.
>>> Prancis-Spanyol Berjibaku Padamkan Kebakaran Hutan Besar di Tengah Ancaman Gelombang Panas
Temuan ini menunjukkan bagaimana jalur biologis tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengganggu kemampuan sel kanker dalam membentuk metastasis berbahaya.
Erez menambahkan bahwa perkembangan tumor sangat bergantung pada faktor metabolik yang lebih luas selain perubahan genetik internal sel.
Biologi kanker ternyata dibentuk oleh status metabolik pasien serta pengobatan yang sedang mereka jalani untuk kondisi medis lainnya.
Para penulis menekankan bahwa uji klinis terkontrol masih sangat diperlukan guna mengonfirmasi kemanjuran terapeutik obat dalam mencegah kekambuhan kanker.
>>> Bareskrim Tetapkan Kanit Satres Narkoba Tangsel Tersangka Etomidate
Penelitian ini juga menggarisbawahi pentingnya merawat pasien secara menyeluruh alih-alih sekadar fokus pada penyakit kankernya.
Update Terbaru
Panduan Praktis Cek Saldo JMO untuk Peserta BPJS Ketenagakerjaan
Selasa / 28-07-2026, 11:33 WIB
Rangkuman Informatika Kelas 8 Mengenai Berpikir Komputasional
Selasa / 28-07-2026, 11:33 WIB
Menilik kesiapan SPKLU truk listrik pertama di tol Indonesia
Selasa / 28-07-2026, 11:32 WIB
UNDIP Bersama BRIN Kembangkan Riset Satelit Demi Kemandirian Bangsa
Selasa / 28-07-2026, 11:29 WIB
Kisah Pilu Istri Satpam Bendungan Jatiluhur yang Tewas Terborgol: Obrolan Terakhir dan Janji WiFi yang Tak Sempat Terbayar
Selasa / 28-07-2026, 11:25 WIB
Tyler Lepley dan Miracle Watts Resmi Menikah di Resor Mewah Meksiko
Selasa / 28-07-2026, 11:22 WIB
Heboh Sebut Pengguna X 'Toxic' hingga Dituduh Scammer, Ini Klarifikasi Tegas Endang Yustika!
Selasa / 28-07-2026, 11:21 WIB
JHX Hoops Taklukkan AfterShocks 64-59 dalam Laga Penuh Kartu Merah
Selasa / 28-07-2026, 11:21 WIB
Dapatkan Skin Eksklusif Free Fire Lewat Top Up Juli 2026
Selasa / 28-07-2026, 11:08 WIB
Meneliti Profil Serta Kekuatan Mematikan Beelzebub di Ragnarok
Selasa / 28-07-2026, 11:01 WIB
Pilihan Visi Misi OSIS yang Kreatif dan Menarik untuk Calon Ketua
Selasa / 28-07-2026, 10:58 WIB







