Penelitian terbaru dari Weizmann Institute of Science di Israel mengungkapkan bahwa kandungan aktif dalam obat disfungsi ereksi dapat memengaruhi penyebaran sel kanker.

Sildenafil terbukti mampu membatasi kemampuan sel kanker menyebar ke seluruh tubuh manusia melalui mekanisme disrupsi pasokan kolesterol.

>>> Piala AFF 2026: Ketajaman Mitchell Baker Ancam Posisi Vietnam

Para peneliti menemukan bahwa zat tersebut menghambat enzim phosphodiesterase type 5 yang kemudian meningkatkan level cyclic GMP di dalam sel.

Molekul cyclic GMP mengikat protein transport intraseluler untuk menjebak kolesterol di dalam kompartemen daur ulang seluler secara efektif.

Akibat proses penjebakan tersebut, tumor kehilangan material penting yang dibutuhkan untuk mengubah membran luar selama proses metastasis.

Tim ilmuwan telah mendemonstrasikan mekanisme anti-metastatik ini melalui pengujian pada model tikus, sel kanker manusia kultur, dan kanker payudara agresif.

>>> Jadwal Program Televisi Rabu, 29 Juli 2026 di ANTV, GTV, Indosiar, MDTV, Metro TV, MNCTV, RCTI, SCTV, Trans 7, Trans TV dan TVONE Ada Film Bioskop Mile 22 dan A Time to Kill serta Link Nonton

Ketika dikombinasikan dengan statin penurun produksi kolesterol tubuh, pendekatan ganda ini memotong asupan serta penciptaan kolesterol sekaligus pada sel kanker.

Analisis rekam medis selama 20 tahun dari lima juta anggota layanan kesehatan Israel menunjukkan tingkat kelangsungan hidup yang lebih tinggi pada pasien kanker.

Peningkatan kelangsungan hidup paling signifikan diamati pada pasien yang mengonsumsi sildenafil secara bersamaan dengan obat statin.

Ayelet Erez selaku penulis senior studi menjelaskan bahwa timnya telah menemukan jalur biologi baru yang menghubungkan molekul sinyal dengan regulasi kolesterol.

>>> Prancis-Spanyol Berjibaku Padamkan Kebakaran Hutan Besar di Tengah Ancaman Gelombang Panas

Temuan ini menunjukkan bagaimana jalur biologis tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengganggu kemampuan sel kanker dalam membentuk metastasis berbahaya.

Erez menambahkan bahwa perkembangan tumor sangat bergantung pada faktor metabolik yang lebih luas selain perubahan genetik internal sel.

Biologi kanker ternyata dibentuk oleh status metabolik pasien serta pengobatan yang sedang mereka jalani untuk kondisi medis lainnya.

Para penulis menekankan bahwa uji klinis terkontrol masih sangat diperlukan guna mengonfirmasi kemanjuran terapeutik obat dalam mencegah kekambuhan kanker.

>>> Bareskrim Tetapkan Kanit Satres Narkoba Tangsel Tersangka Etomidate

Penelitian ini juga menggarisbawahi pentingnya merawat pasien secara menyeluruh alih-alih sekadar fokus pada penyakit kankernya.