Heboh Sebut Pengguna X 'Toxic' hingga Dituduh Scammer, Ini Klarifikasi Tegas Endang Yustika!

Jagat media sosial, khususnya platform X (sebelumnya Twitter) dan Threads, kembali digegerkan dengan drama yang menyeret nama selebgram sekaligus pengusaha, Endang Yustika. Bermula dari potongan video yang melabeli pengguna aplikasi tersebut sebagai 'toxic' hingga pernyataan kontroversial soal korelasi uang dan nilai diri, nama Endang mendadak menjadi bulan-bulanan netizen.
 
Kini, setelah beberapa hari menjadi topik trending dan menuai hujatan, Endang akhirnya resmi buka suara. Melalui sebuah video klarifikasi yang diunggah pada Selasa (28/7/2026), wanita berusia 28 tahun ini memaparkan duduk perkara secara utuh, sekaligus memberikan tamparan keras bagi para penyebar fitnah yang menyeret nama bisnisnya.
 

Kronologi Video Viral: Bumerang bagi Sang Kreator

Gadis yang akrab disapa Endang ini menyadari sepenuhnya bahwa konten yang ia unggah sekitar empat hari lalu (24/7/2026) telah menjadi bumerang. Dalam potongan video yang beredar luas, terdapat dua pernyataan yang sukses memancing amarah publik.
 
Pertama, ucapannya yang menyebut bahwa "tidak punya uang berarti tidak punya nilai". Kedua, generalisasi yang ia lakukan dengan melabeli mayoritas pengguna media sosial X dan Threads sebagai lingkungan yang toxic atau beracun. Kedua pernyataan ini dinilai arogan dan merendahkan martabat banyak orang, memicu gelombang cancel culture yang masif.
 

Permintaan Maaf dan Refleksi Diri

Menghadapi badai kritik yang tak kunjung reda, Endang memilih untuk tidak berlindung di balik ego. Dalam video klarifikasinya, ia memulai dengan permohonan maaf yang tulus kepada masyarakat luas yang merasa tersinggung dan terluka oleh ucapannya.
 
"Aku minta maaf atas kegaduhan yang mungkin aku sebabkan, disengaja ataupun tidak disengaja, yaitu dari reels yang aku upload kemungkinan empat hari yang lalu," ujar Endang dengan nada yang terdengar lelah namun serius, pada 28 Juli 2026.
 
Endang mengakui bahwa ia terjebak dalam asumsi kontennya sendiri. Ia menyadari bahwa niat awal membuat konten hiburan atau opini, sering kali terdistorsi saat sampai ke telinga audiens.
 
"To be honest, aku nggak pernah bermaksud ke sana, tapi konten kadang asumsinya ke sana. Aku nggak ada pembelaan sedikit pun, aku minta maaf dari sisi itu," ungkapnya, sembari menegaskan bahwa ia menerima konsekuensi atas kelalaiannya dalam memilih diksi.
 

Update Terbaru