Peringatan Hari Mangrove Sedunia dimanfaatkan oleh Bank Mandiri untuk menegaskan dukungannya terhadap pelestarian ekosistem pesisir.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui pemanfaatan fitur Livin' Planet pada aplikasi Livin' by Mandiri oleh para nasabah.

>>> Penegasan WNI di Bitung Warnai Tangis Haru Warga Keturunan Filipina

Melalui fitur digital ini, jejak karbon yang dihasilkan oleh nasabah ritel dikonversi secara langsung menjadi aksi penanaman pohon.

Seluruh perhitungan serapan emisi dari pohon yang ditanam mengacu pada standar resmi dari Intergovernmental Panel on Climate Change.

Senior Vice President ESG Group Bank Mandiri, Monica Yoanita Octavia, menyatakan bahwa akuntabilitas adalah bagian penting dari komitmen keberlanjutan.

Pemerintah secara konsisten menegaskan bahwa proses pemulihan mangrove wajib dijalankan secara terukur serta berbasis ilmiah.

Bank Mandiri memastikan setiap kontribusi penanaman dari nasabah tercatat rapi serta dihitung tingkat serapan emisinya sesuai metodologi berlaku.

Hingga tanggal 22 Juli 2026, kontribusi nasabah lewat Livin' Planet telah mengumpulkan sekitar 2.697 batang pohon.

>>> Timnas Indonesia Jumpa Timor Leste di Piala AFF 2026 Usai Bantai Kamboja

Nilai serapan emisi dari total pohon tersebut tercatat mencapai angka 64,29 ton CO2e dengan komponen terbesar berupa mangrove.

Penanaman mangrove mencakup bibit bakau merah yang mencapai sekitar 2.309 batang dengan nilai serapan sebesar 40,26 ton CO2e.

Angka serapan tersebut setara dengan emisi yang dihasilkan dari perjalanan sebuah mobil sejauh lebih dari 244.000 kilometer.

Jumlah itu juga setara dengan tingkat konsumsi listrik rumah tangga yang mencapai total 73.897 kWh dalam pemakaiannya.

Bakau merah dipilih karena memiliki peran vital sebagai pelindung alami garis pantai dari abrasi serta penyerap karbon efektif.