Bank Mandiri memperkuat dukungan terhadap ekosistem karbon biru melalui fitur Livin' Planet di aplikasi Livin' by Mandiri.

Fitur ini mengonversi jejak karbon nasabah ritel menjadi aksi penanaman pohon yang serapan emisinya dihitung berdasarkan standar IPCC.

>>> Produksi Migas PHE Semester I 2026 Turun 10%, Eksplorasi Tambah Cadangan 108 Juta BOE

Hingga 22 Juli 2026, kontribusi nasabah telah terkumpul untuk penanaman sekitar 2.697 batang pohon. Nilai serapan emisi tercatat mencapai 64,29 ton CO2e.

Mangrove menjadi komponen terbesar dari kontribusi tersebut. Penanaman mangrove, termasuk bibit bakau merah, mencapai sekitar 2.309 batang dengan serapan 40,26 ton CO2e.

Angka itu setara dengan emisi perjalanan mobil sejauh lebih dari 244.000 kilometer. Juga setara dengan konsumsi listrik rumah tangga sebesar 73.897 kWh.

Bakau merah dipilih karena perannya sebagai pelindung alami garis pantai dari abrasi. Selain itu, mangrove juga efektif menyerap karbon.

Selain mangrove, nasabah juga berkontribusi menanam pohon produktif alpukat dan aren sebanyak sekitar 387 batang. Serapan emisi dari kedua jenis pohon ini mencapai 24,02 ton CO2e.

>>> Apa Itu Makeup Vegan dan Rekomendasi Brand Lokal

Pohon alpukat dan aren dipilih karena selain menyerap karbon, juga memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat. Hasil buah alpukat dan gula aren dapat dimanfaatkan.

Komitmen Keberlanjutan Bank Mandiri

Senior Vice President ESG Group Bank Mandiri, Monica Yoanita Octavia, menegaskan bahwa setiap kontribusi penanaman nasabah tercatat dan serapan emisinya dihitung sesuai metodologi yang berlaku.

"Akuntabilitas merupakan bagian dari cara Bank Mandiri menjalankan komitmen keberlanjutan," ujarnya.

Bank Mandiri juga aktif menanam mangrove bersama komunitas dalam berbagai ajang. Kegiatan tersebut termasuk Mandiri Bintan Marathon dan Mandiri Looping for Life.