Awan mendung menyelimuti komunitas olahraga tanah air, khususnya pecinta bola basket. Kabar duka yang tak terduga datang dari salah satu talenta muda menjanjikan Indonesia, Rigzin Abhijata Putra. Kepergian pebasket muda yang bernaung di bawah akademi kebanggaan Dewa United ini menyisakan rasa kehilangan yang mendalam bagi rekan satu tim, pelatih, hingga para penggemar basket di media sosial.
 
Kabar meninggalnya Rigzin bukan sekadar desas-desus yang beredar liar. Konfirmasi resmi dan penuh haru datang langsung dari akun media sosial Dewa United Academy. Unggahan tersebut menjadi tanda duka cita yang memvalidasi bahwa sang pemain muda telah berpulang untuk selamanya.
 
Lantas, siapa sebenarnya Rigzin Abhijata Putra? Bagaimana perjalanan singkatnya di dunia basket, dan apa yang sebenarnya terjadi? Berikut ulasan lengkap profil dan fakta di balik kabar duka ini.
 

Konfirmasi Kepergian dan Ucapan Duka yang Menyayat Hati

Informasi mengenai wafatnya Rigzin pertama kali mencuat dan langsung menjadi trending topic di kalangan pegiat basket amatir maupun profesional. Akun resmi Dewa United Academy menjadi pihak pertama yang memberikan konfirmasi terbuka, sekaligus menghormati perjalanan sang atlet muda.
 
Dalam sebuah unggahan penghormatan terakhir yang menyentuh hati, pihak akademi menuliskan pesan perpisahan yang menggambarkan betapa eratnya ikatan emosional Rigzin dengan timnya.
 
“Rest easy, my friend. You may be gone, but you'll always be part of our team,” tulis akun tersebut.
 
Kalimat tersebut seolah mewakili perasaan seluruh pelatih dan rekan setim yang menyaksikan langsung dedikasi Rigzin di lapangan. Rigzin bukan sekadar nama dalam daftar pemain; ia adalah bagian dari keluarga besar yang sedang berjuang menapaki karier olahraga.
 
Banjir air mata dan doa juga membanjiri kolom komentar akun Instagram pribadi Rigzin, @riggzinnnn. Banyak rekan, sahabat, dan bahkan orang yang mungkin tidak mengenalnya secara pribadi, turut mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan. Salah satu komentar yang mewakili perasaan banyak orang berbunyi, “Innalilahi wa inna ilaihi rajiun. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, amin.”