UNESCO secara resmi memasukkan Sebastia, sebuah desa kuno di Tepi Barat, Palestina, ke dalam Daftar Warisan Dunia.

Keputusan ini diambil dalam sidang Komite Warisan Dunia UNESCO di Busan, Korea Selatan, pada Jumat (25/7).

>>> Harga Minyak Turun ke US$87 Setelah AS Tunda Serangan ke Iran

Selain masuk dalam World Heritage List, Sebastia juga ditempatkan dalam List of World Heritage in Danger.

Status ganda itu diberikan melalui prosedur darurat untuk melindungi situs budaya yang terancam akibat konflik dan kerusakan fisik.

Jejak Peradaban Ribuan Tahun

Sebastia merupakan salah satu kawasan arkeologi terpenting di Palestina dengan peninggalan dari berbagai era selama lebih dari 2.800 tahun.

Kawasan ini pernah menjadi ibu kota Kerajaan Israel pada abad ke-9 SM, lalu berkembang melalui periode Helenistik, Romawi, Bizantium, Islam, Perang Salib, hingga Ottoman.

Di lokasi tersebut terdapat kebun zaitun, kolom Romawi, tembok batu, tangga bersejarah, dan amfiteater.

>>> Kejagung: Dalil Praperadilan Eks Wakil Kepala BGN Tidak Berdasar Hukum

Dalam tradisi Kristen dan Islam, Sebastia dipercaya sebagai lokasi makam Yohanes Pembaptis, menjadikannya destinasi wisata religi.

Harapan Baru bagi Warga Palestina

Bagi warga desa Sebastia, keputusan UNESCO membawa harapan baru.

Sebagian besar penduduk menggantungkan hidup dari pariwisata, namun terancam oleh rencana Israel mengambil alih sekitar 1.800 dunam lahan di kawasan itu.

Wakil Wali Kota Sebastia, Nizar Kayed, berharap status baru ini membantu melestarikan situs tersebut.

Pemerintah Palestina menilai pengakuan UNESCO dapat menjadi dasar untuk menghimpun dukungan internasional menghadapi kebijakan Israel yang mengancam situs.

>>> Duka Dunia Basket Indonesia: Rigzin Abhijata Putra Meninggal Dunia, Ini Profil dan Jejak Prestasi Sang Talenta Muda

Selain penyitaan lahan, otoritas Palestina khawatir dengan rancangan undang-undang Israel yang berpotensi memperluas kendali sipil atas situs purbakala di Tepi Barat.

Jika diberlakukan, aturan itu akan mengurangi kewenangan Otoritas Palestina dalam mengelola kawasan bersejarah berdasarkan Kesepakatan Oslo.

Israel Kecam Keputusan UNESCO

Israel mengecam penetapan Sebastia sebagai Warisan Dunia.

Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar menyebutnya sebagai upaya Palestina mengaburkan keterkaitan sejarah bangsa Yahudi dengan kawasan tersebut.

Israel telah keluar dari UNESCO sejak 2019 dan kini hanya berstatus pengamat.

>>> Jenazah Presenter TVRI Papua Barat Ditemukan Setelah 9 Hari Pencarian

Selain Sebastia, UNESCO juga menetapkan lima benteng bersejarah di Lebanon selatan sebagai Warisan Dunia sekaligus situs terancam.