UNESCO tetap memasukkan enam situs di Tepi Barat dan Lebanon ke dalam daftar Warisan Dunia yang terancam punah, meskipun Israel menolak.

Keputusan itu diambil melalui pemungutan suara komite UNESCO yang berlangsung di Busan, Korea Selatan, pada Jumat (24/7).

>>> Iran Ogah Intervensi Militer di Konflik Saudi-Houthi, Serukan Dialog

Melansir Al Jazeera, lokasi-lokasi tersebut mencakup situs arkeologi alkitab di Tepi Barat dan lima kastil di Lebanon selatan.

Salah satu kastil baru-baru ini direbut oleh pasukan Israel.

UNESCO menyetujui daftar itu meskipun Kementerian Luar Negeri Israel berupaya menolaknya.

Situs Sebastia di Tepi Barat

Situs Sebastia di Tepi Barat terletak di puncak bukit dekat Nablus. Para sejarawan mengidentifikasinya sebagai Samaria kuno, ibu kota Kerajaan Israel dalam Alkitab.

Reruntuhannya mencakup periode Zaman Besi hingga pemerintahan Romawi, Bizantium, dan Islam. Tradisi Kristen dan Islam meyakini Yohanes Pembaptis dimakamkan di sana.

Situs itu pertama kali diajukan pada 2012 oleh pemerintah Palestina.

>>> Hasil China Open: Fajar/Fikri ke Final usai Menang Duel Sengit 3 Gim

Alasannya, situs tersebut perlu dilindungi karena Israel terus melanjutkan rencana mengambil alih sekitar 200 hektar lahan di sekitarnya untuk dijadikan taman nasional.

Proyek itu menambahkan pagar, biaya masuk, dan jalan yang hanya boleh digunakan warga Israel. Proyek juga mengabaikan pariwisata Palestina yang dibangun di sekitar reruntuhan.

Lima Benteng di Lebanon

Di Lebanon, lima benteng di wilayah Gunung Amel masuk dalam daftar.

Di antaranya adalah Kastil Beaufort, benteng abad pertengahan yang direbut pasukan Israel pada Mei lalu selama perang dengan Hizbullah.

Kementerian Kebudayaan Lebanon mengatakan serangan Israel telah menghancurkan salah satu dari lima benteng tersebut, yaitu Benteng Shamaa.

Perselisihan ini mencerminkan keretakan yang lebih luas antara Israel dan UNESCO. Israel keluar dari UNESCO pada 2019 karena menuduhnya bias.

>>> Hipertensi dan Diabetes Bisa Rusak Mata Tanpa Gejala

Menteri Luar Negeri Israel mengatakan penetapan Tepi Barat bertujuan untuk menghapus 'hubungan Yahudi dengan tanah tersebut'.