Banyak orang baru memeriksakan mata saat penglihatan mulai kabur. Padahal, kerusakan pada mata akibat diabetes maupun tekanan darah tinggi bisa terjadi jauh sebelum gejala muncul.

Asian Healthcare Specialists mengingatkan, pasien diabetes dan hipertensi sebaiknya tidak menunggu hingga penglihatannya terganggu untuk menjalani pemeriksaan mata menyeluruh.

>>> Baking Dish Rp39 Ribuan di Transmart Full Day Sale Besok

Sebab, berbagai perubahan pada retina dan saraf optik kerap berkembang secara perlahan tanpa menimbulkan rasa sakit maupun gangguan penglihatan pada tahap awal.

Dokter spesialis mata konsultan di Cornerstone Eye Centre, Singapura, Low Jin Rong mengatakan banyak pasien sudah rutin memantau kadar gula darah, tekanan darah, hingga fungsi jantung dan ginjal.

Namun, mereka sering kali lupa bahwa mata juga merupakan organ yang rentan terdampak penyakit kronis.

"Penglihatan yang masih jelas tidak selalu berarti retina, saraf optik, dan lapang pandang perifer berada dalam kondisi sehat.

Gejala saja tidak cukup untuk mengetahui apa yang sedang terjadi di dalam mata," ujar Low dalam keterangannya.

Diabetes dan Hipertensi Merusak Retina

Diabetes diketahui dapat merusak pembuluh darah kecil pada retina, yakni jaringan peka cahaya di bagian belakang mata. Kondisi yang dikenal sebagai retinopati diabetik ini sering berkembang tanpa disadari.

Pada tahap awal, penderita umumnya masih bisa membaca, bekerja, hingga mengemudi seperti biasa. Namun, seiring waktu, pembuluh darah retina dapat bocor, mengalami perdarahan, hingga memengaruhi ketajaman penglihatan.

Sementara itu, tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dalam jangka panjang juga dapat menyebabkan perubahan pada pembuluh darah retina.

Dalam kasus yang lebih berat, hipertensi bahkan bisa merusak retina maupun saraf optik.