Penderita diabetes dan hipertensi diminta tidak menyepelekan kesehatan mata.

Kerusakan organ penglihatan akibat kedua penyakit kronis ini sering terjadi secara diam-diam tanpa rasa sakit atau penglihatan kabur di tahap awal.

>>> 10 Jurusan Kuliah Paling Disesali Mahasiswa Setelah Lulus

Diabetes dapat merusak pembuluh darah halus pada retina, yang dikenal sebagai retinopati diabetik.

Sementara itu, tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dalam jangka panjang bisa mengganggu sirkulasi dan struktur pendukung fungsi penglihatan.

Ironisnya, proses kerusakan ini bisa berlangsung saat pasien masih merasa bisa membaca, menyetir, dan beraktivitas normal.

Banyak pasien rutin memantau gula darah, tekanan darah, serta fungsi jantung dan ginjal, tetapi lupa bahwa mata juga bisa terdampak.

Dr. Low Jin Rong, dokter spesialis mata konsultan di Cornerstone Eye Centre, mengatakan bahwa meskipun diabetes dan hipertensi sering dikaitkan dengan serangan jantung, stroke, dan gagal ginjal, dampak buruknya terhadap mata jarang dibahas dengan urgensi yang sama.

>>> Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya

Glaukoma: Sang Pencuri Penglihatan

Salah satu ancaman terbesar adalah glaukoma, penyakit yang dijuluki sebagai "pencuri penglihatan". Glaukoma merusak saraf optik secara bertahap dan umumnya menyerang penglihatan samping (perifer) terlebih dahulu.

Karena fungsi penglihatan tengah masih jernih, pasien sering tidak sadar bahwa sebagian lapang pandang telah hilang secara permanen.

Faktor risiko glaukoma meliputi tekanan bola mata tinggi, riwayat keluarga, miopia tinggi, usia, cedera mata, penggunaan kortikosteroid jangka panjang, serta diabetes dan hipertensi.

Kerusakan akibat glaukoma tidak dapat dikembalikan.

>>> Link Resmi Login Sulingjar 2026 dan Cara Lengkap Mengisi Survei

Namun, diagnosis dini dan pemeriksaan rutin ke dokter spesialis mata dapat memperlambat keparahan melalui penanganan seperti obat-obatan, terapi laser, atau operasi.