Hipertensi atau tekanan darah tinggi tidak lagi hanya menyerang orang dewasa. Tren medis terbaru menunjukkan lonjakan kasus pada anak-anak dan remaja.

Sebuah studi jangka panjang dari Harvard University dan University of Toronto mengungkapkan penyebabnya: kebiasaan minum minuman manis sejak kecil.

>>> 7 Motor Bekas Harga 5 Jutaan, Kuat Nanjak dan Angkat Barang Berat tapi Irit Bensin

Penelitian yang dipublikasikan di Eating Well ini menyoroti konsumsi fruktosa dalam bentuk cair, seperti soda, minuman olahraga, dan jus buah.

Fruktosa adalah gula sederhana yang alami ada dalam buah dan madu. Namun, industri makanan modern memproduksinya secara massal sebagai gula tambahan pada minuman manis.

Ketika dikonsumsi berlebihan dalam bentuk cair, fruktosa langsung dimetabolisme oleh hati. Proses ini memicu lonjakan asam urat yang merusak lapisan pembuluh darah.

Selain itu, hati juga meningkatkan produksi trigliserida dan VLDL. Kombinasi ini menjadi bom waktu pemicu hipertensi, penyakit jantung, dan stroke di masa depan.

Data dari 26.000 Anak Selama 25 Tahun

Para peneliti menganalisis data dari Growing Up Today Study (GUTS) yang dimulai tahun 1996 dan 2004.

>>> Changan Targetkan 15 Model Baru dan 100 Dealer di Indonesia

Sebanyak hampir 26.000 anak dan remaja AS berusia 9–16 tahun dipantau hingga 25 tahun.

Melalui kuesioner diet, aktivitas fisik, dan riwayat kesehatan yang diisi rutin hingga 2021, tim menghitung Total Setara Fruktosa (TFE) dari makanan peserta.

Hasilnya, 1.625 peserta (sekitar 6%) didiagnosis hipertensi di usia dewasa. Angka ini menunjukkan korelasi kuat antara konsumsi fruktosa cair dan tekanan darah tinggi.

Para pakar menyarankan untuk mengurangi gula tambahan cair dan menggantinya dengan air putih, teh tanpa gula, atau susu sapi.

>>> Profil  Pratitis Mukti Tami Istri Sudaryono? Ketua BGN Baru yang Gantikan Nanik S. Deyang, Lengkap: Umur, Agama dan Akun Instagram

Susu sapi kaya kalsium, kalium, dan peptida bioaktif yang baik untuk tekanan darah.