Hipertensi atau tekanan darah tinggi sering disebut silent killer karena jarang menimbulkan gejala di awal. Padahal, tekanan darah yang terus-menerus tinggi bisa merusak organ vital seperti jantung.

Jantung harus bekerja lebih keras saat tekanan darah tidak terkontrol.

>>> Halte TransJakarta Kebon Sirih Arah Kota Ditutup Sementara Akhir Pekan Ini

Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memicu kerusakan otot jantung, penyakit jantung koroner, gagal jantung, hingga serangan jantung.

Mengenali tanda-tanda awal kerusakan jantung akibat hipertensi sangat penting agar penanganan bisa dilakukan secepat mungkin. Berikut enam gejala yang perlu diwaspadai.

1. Mudah Sesak Napas

Sesak napas saat melakukan aktivitas ringan, seperti berjalan atau naik tangga, bisa menjadi tanda awal.

Menurut Cleveland Clinic, hal ini terjadi karena kemampuan jantung memompa darah menurun sehingga pasokan oksigen ke tubuh tidak optimal.

Jika kerusakan semakin parah, sesak napas bisa muncul saat istirahat atau ketika berbaring.

2. Nyeri atau Rasa Tertekan di Dada

Hipertensi yang berlangsung lama dapat merusak pembuluh darah koroner yang memasok oksigen ke otot jantung. Akibatnya, aliran darah berkurang dan memicu nyeri dada atau angina.

Keluhan ini biasanya terasa seperti dada ditekan, diremas, atau terasa berat, terutama saat beraktivitas atau stres.

3. Jantung Berdebar atau Detak Tidak Teratur

Tekanan darah tinggi juga bisa memengaruhi sistem kelistrikan jantung. Akibatnya, detak jantung menjadi lebih cepat, tidak teratur, atau terasa berdebar.

Jika kondisi ini terjadi berulang, segera konsultasi ke dokter karena bisa menjadi tanda gangguan irama jantung atau aritmia.

4. Mudah Lelah

Ketika jantung tidak mampu memompa darah secara efektif, pasokan oksigen dan nutrisi ke jaringan tubuh berkurang. Tubuh pun lebih cepat lelah meski hanya melakukan aktivitas sehari-hari.