Polusi udara masih menjadi ancaman kesehatan di banyak kota besar Indonesia. Asap kendaraan dan emisi industri membuat kualitas udara kerap berada di level tidak sehat.

Dampak polusi udara tidak hanya dirasakan lingkungan, tetapi juga tubuh manusia. Efeknya bisa berupa keluhan ringan yang sering dianggap sepele hingga gangguan serius jika paparan terjadi terus-menerus.

>>> Kabel Charger Bisa Jadi Sarana Malware, Jangan Asal Pinjam

Menurut Associate Specialist di UC Irvine, Shahir Masri, gejala akibat kualitas udara buruk bisa ringan seperti sakit kepala dan kelelahan, hingga berat seperti asma dan kanker paru-paru.

Selain dari bau atau partikel yang terlihat, tubuh juga memberikan sinyal saat terlalu sering terpapar polusi. Berikut lima tanda yang perlu diwaspadai.

1. Batuk, Bersin, Mata Berair, dan Sesak Napas

Iritasi saluran pernapasan adalah tanda paling umum.

Batuk, bersin, sesak napas, hidung tersumbat, tenggorokan gatal, serta mata perih atau berair bisa muncul sebagai reaksi terhadap polutan.

Pendiri Haze Environmental, Chloe Fellows, menjelaskan bahwa tubuh akan mempersempit saluran napas dan meningkatkan produksi lendir untuk menghalau partikel asing.

Efek ini mirip dengan pilek dan bisa muncul segera setelah paparan.

2. Sakit Kepala dan Pusing

Sakit kepala atau pusing sering dikaitkan dengan kurang tidur, padahal polusi udara juga bisa menjadi penyebab.

>>> Harga Tiket Piala AFF 2026: Indonesia vs Vietnam Lebih Mahal

CEO Allergy Standards John McKeon menyebut paparan karbon monoksida dan tingginya karbon dioksida di ruang minim ventilasi memicu keluhan tersebut.

Penelitian juga menunjukkan paparan jangka panjang partikel halus PM2.5 meningkatkan risiko migrain.

3. Badan Cepat Lelah

Merasa lelah meski aktivitas ringan bisa menjadi tanda polusi.