>>> Harga Minyak Naik Lagi ke US$85,28 Imbas Kian Panas Perang AS-Iran

Rasa lelah yang terus-menerus tanpa penyebab jelas jangan dianggap sepele.

5. Pembengkakan pada Kaki dan Pergelangan Kaki

Hipertensi yang berkembang menjadi gagal jantung dapat menyebabkan penumpukan cairan di tubuh. Gejala yang mudah dikenali adalah pembengkakan di kaki, pergelangan kaki, atau tungkai.

Penumpukan cairan juga bisa menyebabkan berat badan naik dalam waktu singkat.

6. Jantung Membesar

Tekanan darah tinggi yang tidak terkendali membuat otot jantung bekerja lebih keras. Lama-kelamaan, otot bilik kiri jantung bisa menebal atau membesar, kondisi yang disebut hipertrofi ventrikel kiri.

Kondisi ini sering tidak bergejala di awal, tetapi jika berlanjut dapat menurunkan kemampuan jantung memompa darah dan meningkatkan risiko gagal jantung.

Siapa yang Berisiko?

Risiko kerusakan jantung akibat hipertensi lebih tinggi pada orang dengan tekanan darah tidak terkontrol.

Faktor lain seperti merokok, diabetes, kolesterol tinggi, obesitas, kurang aktivitas fisik, dan riwayat penyakit jantung dalam keluarga juga meningkatkan risiko.

Cara Mencegah Kerusakan Jantung

Komplikasi hipertensi dapat dicegah dengan gaya hidup sehat dan kontrol tekanan darah rutin.

Langkah-langkahnya meliputi: rutin cek tekanan darah, minum obat antihipertensi sesuai anjuran, kurangi garam dan lemak jenuh, perbanyak buah dan sayur, olahraga 150 menit per minggu, jaga berat badan ideal, berhenti merokok, batasi alkohol, kelola stres, dan cukup tidur.

Mengenali tanda-tanda awal sangat penting agar pengobatan bisa segera dilakukan sebelum komplikasi serius muncul.

>>> Juventus Resmi Rekrut Zeki Celik Gratis, Bek Serbabisa Turki Dikontrak hingga 2029

Jika mengalami satu atau lebih gejala di atas, terutama dengan tekanan darah sulit terkendali, segera periksakan diri ke dokter.