Harga minyak dunia kembali menguat pada perdagangan Jumat (17/7) imbas konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran yang kembali memanas.

Eskalasi serangan kedua negara memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi dari Timur Tengah, termasuk ancaman penutupan jalur pelayaran Laut Merah.

>>> Juventus Resmi Rekrut Zeki Celik Gratis, Bek Serbabisa Turki Dikontrak hingga 2029

Mengutip Reuters, harga minyak Brent naik US$1,05 atau 1,25 persen menjadi US$85,28 per barel.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat US$1,03 atau 1,3 persen menjadi US$79,98 per barel, sekaligus memangkas pelemahan pada sesi sebelumnya.

Sepanjang pekan ini, kedua kontrak acuan tersebut telah melonjak hampir 12 persen.

Brent berada di jalur kenaikan mingguan ketiga berturut-turut, sedangkan WTI berpotensi mencatat kenaikan mingguan kedua beruntun.

Konflik AS-Iran Kembali Memanas

Kenaikan harga minyak terjadi setelah AS dan Iran meningkatkan intensitas serangan di kawasan Teluk.

Gencatan senjata yang sempat disepakati kedua negara praktis runtuh, sehingga kembali mengganggu arus ekspor minyak melalui Selat Hormuz.

Untuk pertama kalinya sejak nota kesepahaman penghentian konflik disepakati bulan lalu, militer AS melancarkan dua gelombang besar serangan udara dalam satu hari pada Rabu lalu, yang sebagian besar menyasar wilayah pesisir selatan Iran.

>>> Deretan Pemenang Kontes Layanan Dealer Honda 2026

Serangan tersebut berlanjut hingga Kamis.

Komando Pusat Militer AS menyatakan pasukannya memulai gelombang baru serangan terhadap Iran untuk malam keenam secara berturut-turut.

Operasi itu disebut bertujuan melemahkan kemampuan militer Iran.

Sebagai balasan, Teheran meluncurkan rudal dan drone ke sejumlah pangkalan militer AS di negara-negara sekitar, termasuk serangan ke pangkalan udara di Yordania.