Menteri Pendidikan India Dharmendra Pradhan akhirnya buka suara setelah Partai Kecoak (Cockroach Janata Party/CJP) menggelar demonstrasi massal menuntut pengunduran dirinya.

Protes tersebut dipicu oleh dugaan kebocoran ujian masuk sekolah kedokteran (NEET) dan tingginya angka pengangguran di kalangan pemuda.

>>> Sudaryono Ungkap Nasib Kursi Wamentan Usai Jadi Kepala BGN

CJP merupakan gerakan sosial yang dibentuk sebagai wadah protes terhadap pemerintah sekaligus sindiran bagi partai penguasa Bharatiya Janata Party (BJP).

Dalam pernyataan resminya, Pradhan menegaskan bahwa pemerintahan Narendra Modi berkomitmen penuh untuk membahas NEET dan mengatasi kekhawatiran generasi Z.

"Pemerintah kami tetap 100 persen berkomitmen untuk membahas NEET dan mengatasi setiap kekhawatiran yang sah dari kaum muda kami di parlemen," ujar Pradhan pada Selasa (21/7), dikutip Reuters.

Ia juga menuding demonstrasi tersebut ditunggangi oleh politikus lain yang ingin melemahkan pemerintahan saat ini.

"Para mahasiswa di India pantas mendapatkan perlakuan yang jauh lebih baik daripada hanya dijadikan alat dalam kampanye politik," tegasnya.

Pernyataan itu merujuk pada seruan ketua partai oposisi Partai Kongres, Rahul Gandhi, yang memanfaatkan aksi protes dan mengajak mahasiswa bergabung.

>>> Arief Fadli Anaknya Siapa? Berikut Biodata Suami Nathalie Holscher Mantan Istri Komedian Sule yang Telah Resmi Menikah Kembali, Bukan Orang Sembarangan?

Pradhan menambahkan bahwa pemerintah berutang penjelasan kepada para pelajar terkait tuntutan mereka.

"Kita berutang kepada mereka jawaban, reformasi, dan akuntabilitas. Itulah tepatnya yang menjadi komitmen pemerintah kita untuk diwujudkan," katanya.

Sebelumnya, Perdana Menteri Narendra Modi juga telah angkat bicara mengenai tuntutan demonstran.

Modi berjanji akan menghukum pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kebocoran ujian NEET dan meminta parlemen menciptakan sistem ujian anti-curang.

Kemarahan dan protes kelompok muda terkait ujian ini menjadi tantangan terbesar bagi Modi di masa jabatan ketiganya.

>>> Pasker ID Bantu Warga RI Temukan Lowongan Kerja dengan Mudah

Lonjakan popularitas CJP mencerminkan frustrasi generasi Z India terhadap isu lapangan pekerjaan dan skandal kebocoran ujian yang kerap terjadi.