Kelompok muda di India menggelar aksi protes dengan mengenakan topeng kecoak. Mereka menuntut Menteri Pendidikan Dharmendra Pradhan mundur terkait skandal kebocoran ujian.

Sebagai bagian dari protes, mereka membentuk Partai Cockroach Janata Party (CJP). Nama ini menyindir partai berkuasa pimpinan Narendra Modi, Bharatiya Janata Party (BJP).

>>> Ledakan Grand Polonia Medan: Dua Korban Tewas Berhasil Ditemukan

Selain skandal ujian, para demonstran juga memprotes tingginya angka pengangguran dan minimnya lapangan kerja. Ribuan pelajar melakukan long march menuju gedung parlemen di New Delhi.

Petugas kepolisian menanggapi aksi tersebut dengan kekerasan. Pendiri CJP, Abhijeet Dipke, menyampaikan permintaan maaf karena banyak peserta yang menjadi korban luka.

"Saya meminta maaf kepada semua pendukung kami, terutama para perempuan yang dipukuli secara brutal oleh polisi laki-laki," kata Dipke pada Senin (20/7).

Ia menambahkan, "Kita seharusnya bisa berbuat lebih baik. Saya seharusnya bisa melindungi Anda dari tindakan tak manusiawi Kepolisian Delhi."

>>> Tim Panahan Indonesia Minta Masseur Khusus di Asian Games 2026

Dipke juga mengungkapkan bahwa salah satu peserta aksi berada dalam kondisi kritis akibat serangan polisi. Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Kepolisian Delhi.

Per Senin, sekitar 180 orang dilaporkan mengalami luka-luka dan 70 orang ditangkap. CJP berjanji akan memberikan bantuan hukum kepada para korban yang ditangkap sewenang-wenang.

Sementara itu, juru bicara ACP Ashutosh Ranka meminta polisi Delhi membebaskan seluruh demonstran yang ditangkap.

>>> Prabowo Lantik Taruna Akmil-Akpol di Istana Besok Pagi

"Polisi Delhi perlu menjelaskan berapa banyak orang yang masih ditahan terkait protes kemarin," ujar Ranka.