Israel Kaget Iran Bangun Infrastruktur dengan Cepat saat Perang
Citra satelit menunjukkan Iran dengan cepat membangun kembali infrastrukturnya yang rusak akibat perang, mulai dari pangkalan rudal bawah tanah dan jembatan, hingga fasilitas produksi dan pelabuhan.
Laporan Wall Street Journal menyebut kecepatan rekonstruksi Iran ini telah menimbulkan kekhawatiran di antara pejabat pemerintahan Israel.
>>> Hasil Piala AFF: Malaysia Comeback Hajar Myanmar 2-1
Dilansir Middle East Monitor, citra satelit dari Iran barat pada Maret lalu menunjukkan pintu masuk terowongan dan jalan akses yang rusak ke pangkalan rudal.
Namun beberapa minggu kemudian, jalan baru telah diaspal dan pintu masuk telah dibangun kembali.
Sementara itu, citra satelit dari awal Juli menunjukkan rekonstruksi sebagian di galangan kapal yang terkait dengan Korps Garda Revolusi Iran, di Pelabuhan Bandar Anzali di Laut Kaspia.
Gambar terpisah menunjukkan pembangunan kembali sebagian Industri Raja Shimi dekat Teheran, sebuah fasilitas yang diyakini memproduksi komponen rudal, termasuk beberapa struktur yang baru dibangun.
Kekhawatiran Israel atas Kemampuan Rekonstruksi Iran
Mantan komando pertahanan udara dan rudal Israel, Ran Kochav, mengatakan pemulihan yang cepat di Iran mencerminkan kemampuannya untuk membangun kembali infrastruktur dan mengisi kembali persenjataan rudalnya.
>>> Komisi I DPRD Soroti Limbah Administrasi di Kota Bandung
"Mereka mengisi kembali persediaan mereka. Mereka memiliki kemampuan industrialisasi dan rekonstruksi yang sangat mengesankan," ujar Kochav.
"Ternyata rumor tentang berakhirnya atau berkurangnya rudal secara signifikan itu salah," kata analis senior di Missile Defense Advocacy Alliance, Tal Inbar.
Seorang pejabat militer Israel lainnya mengatakan Iran mempertahankan keahliannya untuk membangun kembali sebagian besar infrastruktur militernya, termasuk produksi rudal.
Mereka juga menyebut banyak serangan hanya meruntuhkan pintu masuk ke pangkalan rudal bawah tanah, tanpa menghancurkan fasilitas tersebut sehingga memungkinkan Iran untuk mengambil kembali senjata yang disimpan dan membuka kembali terowongan.
>>> 70 Rumah di Kampung Adat Ciptamulya Ludes Terbakar, 420 Orang Mengungsi
Peneliti di King's College London, Jim Lamson, mengatakan meski beberapa fasilitas pembuatan komponen untuk rudal mungkin butuh waktu berbulan-bulan untuk pulih, namun Iran mungkin punya persediaan bawah tanah yang akan digunakan untuk merakit ratusan rudal dan drone baru dalam jangka pendek.
Update Terbaru
Wabah Diare Akibat Parasit di AS Makin Parah, Klaim Pemerintah Dipertanyakan
Sabtu / 25-07-2026, 20:46 WIB
Meutya Hafid Perintahkan Audit Regulasi Pasca Putusan MK soal Sisa Kuota
Sabtu / 25-07-2026, 20:46 WIB
Tecno Megabook K14S: Laptop Tipis dengan 9 Port Lengkap Lawan Dongle Fatigue
Sabtu / 25-07-2026, 20:46 WIB
MMORPG Makin Berjaya di Tengah Dominasi Game Live-Service
Sabtu / 25-07-2026, 20:43 WIB
Craig si Brute Jelek Dikanonisasi dalam Halo: Campaign Evolved
Sabtu / 25-07-2026, 20:42 WIB
Dino SEVENTEEN Rilis 'Crazy Crazy' untuk Proyek Picheolin
Sabtu / 25-07-2026, 20:42 WIB
Ditolak Israel, UNESCO Tetap Masukkan 6 Situs ke Warisan Dunia
Sabtu / 25-07-2026, 20:42 WIB
Iran Ogah Intervensi Militer di Konflik Saudi-Houthi, Serukan Dialog
Sabtu / 25-07-2026, 20:42 WIB
Hasil China Open: Fajar/Fikri ke Final usai Menang Duel Sengit 3 Gim
Sabtu / 25-07-2026, 20:42 WIB
LUN8 Rilis Mini Album Keempat 'Off the Grid' dengan Lagu Utama 'SNEAKERS'
Sabtu / 25-07-2026, 20:41 WIB
Hipertensi dan Diabetes Bisa Rusak Mata Tanpa Gejala
Sabtu / 25-07-2026, 20:41 WIB
Baking Dish Rp39 Ribuan di Transmart Full Day Sale Besok
Sabtu / 25-07-2026, 20:41 WIB
Zulhas Pastikan Pasokan Jagung hingga Daging Aman, Tak Hanya Beras
Sabtu / 25-07-2026, 20:36 WIB
PHE Perkuat Ketahanan Energi Lewat Kolaborasi Global dan Akuisisi WK Baru
Sabtu / 25-07-2026, 20:36 WIB







