Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan memastikan kondisi stok pangan nasional saat ini dalam keadaan aman dan surplus di tengah tren proteksionisme global.

Pria yang akrab disapa Zulhas menyampaikan hal tersebut dalam Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII di Jakarta, Sabtu (25/7), sebagaimana dilansir dari Antara.

>>> PHE Perkuat Ketahanan Energi Lewat Kolaborasi Global dan Akuisisi WK Baru

Ia menyoroti dinamika geopolitik yang memicu penutupan keran ekspor beberapa negara demi mengamankan pasokan domestiknya.

Menghadapi situasi tersebut, Menko Pangan menilai Indonesia tidak bisa lagi hanya bersandar pada konsep pasar bebas yang mengagungkan kebebasan membeli tanpa memedulikan kedaulatan.

"Tidak ada negara lain yang mau menolong Indonesia.

Dalam situasi dunia seperti ini, yang bisa membantu kita, yang bisa menolong kita, ya diri kita sendiri," katanya.

Zulhas mengklaim langkah antisipasi pemerintah melalui akselerasi produksi telah membuahkan hasil.

Indonesia tercatat sukses menghentikan ketergantungan impor beras pada 2025 dengan mencatatkan surplus hingga 4,2 juta ton, berbanding terbalik dengan kondisi 2024 yang masih membukukan impor 4,5 juta ton beras.

Tidak hanya beras, Menko Pangan juga memastikan komoditas strategis lainnya, seperti jagung, gula konsumsi, telur, daging ayam, hingga perikanan telah mencapai kemandirian pasokan.

Keberhasilan membalikkan keadaan tersebut, lanjut Zulhas, tidak lepas dari perubahan arah kebijakan pemerintah yang kini memprioritaskan petani melalui perbaikan harga jual gabah dan kemudahan akses pupuk.

>>> Bobby Nasution Buka Suara soal Walk Out dari Paripurna DPRD Sumut

"Oleh karena itu, kita harus swasembada. Swasembada itu kehormatan petani, kehormatan keluarga dan saudara kita.

Kedaulatan pangan bukan semata persoalan ekonomi, melainkan menyangkut kehormatan bangsa," ujarnya.