Harga minyak dunia kembali turun ke level US$87 per barel pada perdagangan Selasa (28/7).

Penurunan ini terjadi setelah Amerika Serikat menghentikan sementara serangan terhadap Iran.

>>> Kejagung: Dalil Praperadilan Eks Wakil Kepala BGN Tidak Berdasar Hukum

Langkah tersebut memunculkan harapan akan adanya penyelesaian diplomatik yang dapat memulihkan arus pasokan energi dari Timur Tengah.

Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent turun US$0,54 atau 0,6 persen menjadi US$87,82 per barel.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun US$0,66 atau 0,8 persen menjadi US$81,95 per barel.

Kedua kontrak sempat merosot sekitar 1 persen pada awal perdagangan dan menyentuh level terendah dalam lebih dari sepekan.

Pernyataan AS dan Iran

Presiden AS Donald Trump pada Senin mengatakan Washington tengah melakukan pembicaraan yang baik dengan Iran.

Ia masih melihat peluang tercapainya penyelesaian konflik, namun menegaskan serangan militer dapat kembali dilakukan apabila negosiasi gagal.

>>> Duka Dunia Basket Indonesia: Rigzin Abhijata Putra Meninggal Dunia, Ini Profil dan Jejak Prestasi Sang Talenta Muda

Iran juga memberikan pernyataan serupa terkait kemungkinan aksi balasan.

Analis IG Tony Sycamore mengatakan meredanya ketegangan sementara telah mengurangi tekanan terhadap harga minyak.

"Untuk saat ini, kelegaan karena adanya jalan keluar telah mengurangi tekanan pada harga dan meredakan kekhawatiran atas serangan Houthi terhadap infrastruktur Arab Saudi.

Namun, situasi masih sangat dinamis," kata Sycamore.

Di sisi lain, kekhawatiran terhadap gangguan pelayaran di kawasan Teluk masih membayangi pasar.

Menteri Luar Negeri Yaman Afrah al-Zouba mengatakan kelompok Houthi berupaya meniru strategi Iran dalam mengendalikan jalur pelayaran di Selat Bab el-Mandeb.