PT Pertamina Hulu Energi (PHE) melaporkan produksi minyak dan gas bumi (migas) sebesar 935 ribu barel setara minyak per hari (MBOEPD) pada semester I 2026.

Angka tersebut turun sekitar 10,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 1,04 juta MBOEPD.

>>> Apa Itu Makeup Vegan dan Rekomendasi Brand Lokal

Meski produksi menurun, Subholding Upstream Pertamina itu berhasil memperkuat ketahanan energi melalui penambahan cadangan migas dari kegiatan eksplorasi.

Produksi migas hingga Juni 2026 terdiri atas minyak sebesar 459 ribu barel per hari (MBOPD) dan gas 2.756 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).

Pada semester I 2025, produksi minyak tercatat 557 ribu barel per hari dan produksi gas 2.798 MMSCFD, sehingga kedua komoditas mengalami penurunan secara tahunan.

Eksplorasi dan Penambahan Cadangan

Di sisi eksplorasi, PHE menyelesaikan pengeboran sembilan sumur eksplorasi, survei seismik 2D sepanjang 189 kilometer, dan survei seismik 3D seluas 2.848 kilometer persegi hingga Juni 2026.

>>> 9 Warna Lipstik untuk Kulit Sawo Matang yang Bikin Wajah Cerah

Aktivitas tersebut menghasilkan penemuan sumber daya kontingen (2C) sebesar 108 juta barel setara minyak (MMBOE) serta penambahan cadangan terbukti (P1) sebesar 24,9 MMBOE.

Corporate Secretary PT Pertamina Hulu Energi, Hermansyah Y Nasroen, mengatakan capaian tersebut menunjukkan komitmen perusahaan menjaga keseimbangan antara optimalisasi produksi dari lapangan eksisting dan pengembangan sumber daya migas baru.

"Kinerja operasional hingga semester pertama 2026 merupakan hasil komitmen seluruh perwira PHE dalam menjalankan operasi hulu migas secara selamat, andal, efisien, dan berkelanjutan," ujar Hermansyah.

Ia menambahkan, "Kami terus menjaga keseimbangan antara optimalisasi produksi dari aset eksisting dan pengembangan potensi sumber daya baru agar dapat memberikan kontribusi yang optimal terhadap ketahanan energi nasional."