>>> Postbiotik Bikin Usus Sehat, Kenali Perbedaannya dengan Probiotik

Selain mangrove, kontribusi nasabah turut mencakup pohon produktif seperti alpukat dan aren sebanyak sekitar 387 batang.

Pohon produktif tersebut menghasilkan serapan emisi sebesar 24,02 ton CO2e sekaligus memberikan tambahan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Dari sisi pembiayaan, portofolio pembiayaan berkelanjutan perseroan hingga Juni 2026 mencapai sekitar Rp327,3 triliun.

Capaian pembiayaan berkelanjutan tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 7,5 persen secara tahunan dengan pembiayaan hijau Rp172,8 triliun.

Sementara itu, dari sisi operasional, perusahaan konsisten menekan emisi melalui kendaraan listrik dan hybrid.

Berbagai langkah operasional lainnya mencakup optimalisasi bangunan hijau serta pemasangan panel surya di berbagai fasilitas.

>>> Panduan Praktis Cek Saldo JMO untuk Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Agenda keberlanjutan ini diintegrasikan ke dalam strategi bisnis jangka panjang guna mendukung transisi ekonomi rendah karbon.