Terseret Isu 'Scammer', Endang Ambil Sikap Tegas

Namun, drama di media sosial jarang berhenti pada satu isu. Alih-alih mereda, gelombang kemarahan netizen justru melebar dan menyentuh ranah yang jauh lebih fatal: kredibilitas bisnis dan integritas pribadinya.
 
Endang menyayangkan bagaimana isu ucapan yang keliru ini dibelokkan menjadi tudingan kriminal. Ia dituduh sebagai seorang scammer (penipu) yang merugikan banyak pihak. Bagi seorang pengusaha, tuduhan ini ibarat vonnis mati yang dapat menghancurkan reputasi yang dibangun bertahun-tahun.
 
"Fitnahnya terlalu keji, rumornya terlalu menyebar luas yang aku nggak bisa bener-bener handle. Banyak rumor yang bilang bahwa aku scammer dan merugikan beberapa pihak," tegas Endang. Ia menekankan bahwa tuduhan ini tidak hanya mencemarkan nama baiknya, tetapi juga berdampak psikologis pada keluarga dan tim yang selama ini bekerja keras di belakang layar.
 

Tantangan Jalur Hukum: Silakan Buktikan!

Menanggapi tudingan penipuan yang semakin liar, Endang tidak tinggal diam. Ia menunjukkan sikap kooperatif sekaligus menantang para penyebar fitnah untuk bertanggung jawab atas ucapannya. Endang mempersilakan siapa pun yang merasa dirugikan secara material untuk menempuh jalur hukum, asalkan disertai dengan bukti yang valid.
 
"Aku sangat terbuka kalaupun ini memang harus dibawa ke jalur yang seharusnya, tapi kalau buktinya valid," tandasnya.
 
Lebih jauh, Endang menggunakan momentum ini untuk memberikan edukasi literasi digital. Ia berharap kegaduhan ini menjadi pelajaran berharga bagi para netizen untuk lebih bijak dalam bermedia sosial. "Jadi kalaupun ternyata tidak ada bukti di situ, aku harap ini jadi pelajaran bersama untuk lebih hati-hati lagi dalam menulis dan berucap," tambahnya.