Amerika Serikat saat ini tengah menghadapi wabah siklosporiasis yang telah menyebar luas.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit mencatat penyebaran tersebut sudah meluas di sembilan negara bagian.

>>> Panduan dokter saat terpaksa memakai sunscreen badan di wajah

Penyebab utama dari masalah kesehatan ini diduga berasal dari konsumsi sayuran segar.

Cyclospora merupakan jenis parasit mikroskopis yang menginfeksi manusia melalui makanan atau air terkontaminasi.

Parasit tersebut memicu penyakit gastrointestinal yang ditandai dengan gejala diare parah.

Sejumlah pasien bahkan dilaporkan memerlukan penanganan rawat inap di rumah sakit.

Meskipun demikian, otoritas kesehatan belum menerima laporan adanya korban jiwa akibat wabah ini.

Kasus pada tahun ini mencatat lonjakan yang sangat drastis dibanding tren tahunan sebelumnya.

Biasanya, kasus tahunan hanya berkisar antara 200 hingga 1.000 laporan saja.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat juga sedang menyelidiki wabah terpisah.

>>> Simbol Zodiak dan Maknanya: Menguak Karakter Asli Tiap Bintang

Penyelidikan terpisah itu bersumber dari produk makanan lain yang belum teridentifikasi.

Sejumlah ahli menilai pengurangan staf turut mempersulit proses pelacakan sumber parasit.

Koordinasi yang kurang optimal dalam merespons wabah juga memperlambat investigasi di lapangan.

Situasi ini bahkan sempat memicu reaksi langsung dari Presiden Donald Trump.

Dalam komentar publiknya, ia menyatakan rencana pengenaan tarif besar bagi Meksiko.

Investigasi kesehatan kini mengarah langsung pada produk selada iceberg.

Produk tersebut dipasok oleh perusahaan produk pertanian raksasa asal California.

Fasilitas produksi pertanian itu berlokasi di wilayah Guanajuato, Meksiko tengah.

>>> Cara Cek Status Bansos BPNT Kemensos dan Ketentuan Penerimanya

Otoritas kesehatan Meksiko menyatakan sampel dari fasilitas tersebut menunjukkan hasil negatif.

Kendati demikian, badan pengawas obat tetap mempertahankan temuan awal mereka.

Data pelacakan menunjukkan kasus infeksi mulai menunjukkan gejala pada pertengahan Mei.

Masa inkubasi parasit yang panjang membuat produk terkontaminasi diduga sudah didistribusikan lebih awal.

Rentang penularan wabah ini tercatat berlangsung dari 22 Juni hingga 20 Juli.

Total korban terinfeksi mencapai 1.947 orang yang memiliki riwayat makan di restoran cepat saji.

Sebagai langkah antisipasi, perusahaan pemasok telah melakukan penarikan produk secara sukarela.

Jaringan restoran cepat saji terkait juga langsung menarik selada dari seluruh gerai.

>>> Cara Cek Status BPNT 2026 Bansos Sembako Lewat Aplikasi Mobile

Selain restoran cepat saji, perusahaan tersebut juga menyuplai produk ke sejumlah jaringan ritel besar.