Fenomena langit akhir Juli 2026 akan memanjakan pengamat astronomi di Indonesia. Dua hujan meteor mencapai puncaknya secara berurutan, yaitu Southern Delta Aquariids dan Alpha Capricornids.

Keduanya bisa disaksikan tanpa alat bantu, asalkan cuaca cerah dan lokasi bebas polusi cahaya. Berikut jadwal dan panduan pengamatannya.

>>> MK Wajibkan Operator Sediakan Opsi Kuota Rollover, Bukan Hapus Paket Hangus

Southern Delta Aquariids: Puncak 28-29 Juli

Hujan meteor ini berasal dari serpihan Komet 96P/Machholz yang mengorbit Matahari setiap 5,27 tahun. Periode aktifnya berlangsung sejak pertengahan Juli hingga akhir Agustus.

Pada puncaknya, diperkirakan hingga 15 meteor per jam melintas di langit gelap. Titik radian berada di rasi Aquarius, dan meteor terbit sekitar pukul 10 malam waktu setempat.

>>> 5 HP RAM 16 GB Flagship Termurah Juli 2026, Cuma Rp7 Jutaan

Waktu terbaik mengamati adalah sekitar pukul 3 pagi saat posisi meteor berada paling tinggi. Namun, cahaya Bulan dalam fase waxing gibbous sedikit mengganggu visibilitas.

Pengamat di Belahan Bumi Selatan atau lintang selatan Belahan Bumi Utara memiliki peluang terbaik. Arahkan pandangan ke barat daya rasi Aquarius, tepat di barat bintang Delta Aquarii.

Alpha Capricornids: Puncak 30-31 Juli

Hujan meteor Alpha Capricornids menyusul dengan puncak pada 30-31 Juli 2026. Meskipun tingkat meteor per jam lebih rendah, hujan ini dikenal sering menghasilkan bola api terang.

>>> 6 HP Rp5 Jutaan dengan Spesifikasi Gahar: Memori Besar, Baterai Awet, Kamera Tajam

Titik radiannya berada di rasi Capricornus. Waktu pengamatan terbaik juga sekitar pukul 3 pagi waktu setempat.

Kedua hujan meteor ini dapat diamati dengan mata telanjang. Ahli menyarankan memberi waktu 30 menit agar mata beradaptasi dengan gelap.

>>> Qualcomm Ikuti Jejak TSMC Naikkan Harga Chip Dua Digit Mulai September 2026

Pilih lokasi yang jauh dari lampu kota dan pastikan langit cerah. Tidak perlu teleskop atau binokular untuk menikmati pemandangan ini.