Samsung akan merilis kacamata pintar pertamanya yang menjalankan sistem operasi Android XR dari Google.

Perangkat ini dilengkapi kamera, mikrofon, dan speaker internal untuk berbagai tugas.

>>> Kisah Oei Tiong Ham, Konglomerat RI yang Namanya Diabadikan di Singapura

Untuk mengatasi kekhawatiran privasi, Samsung menyematkan beberapa fitur keamanan pada kacamata tersebut.

Indikator LED dan Deteksi Penghalang

Setiap kali kamera diaktifkan untuk memotret, merekam video, atau panggilan video di aplikasi seperti Google Meet, LED indikator akan menyala.

Cahaya ini terlihat oleh pengguna maupun orang di sekitarnya, memberi tahu bahwa sedang ada perekaman.

>>> Kelelawar Cokelat Kecil Juara Tidur, Molor Hampir 20 Jam Sehari

Jika pemilik mencoba menutup LED dengan stiker atau benda lain, kacamata dapat mendeteksi penghalang tersebut.

Sistem akan langsung menonaktifkan kamera untuk mencegah perekaman diam-diam.

Fitur ini mirip dengan pembaruan perangkat lunak wajib yang diterapkan Meta pada kacamata pintarnya.

Masa Depan Privasi Kacamata Pintar

Dengan semakin banyaknya kacamata pintar dari Samsung, Apple, dan merek lain, masalah privasi diprediksi akan semakin menonjol.

>>> Menkes: Kunci RI Jadi Negara Maju Bukan Rumah Sakit, Tapi Jaga Kesehatan

Produsen mungkin perlu menghadirkan perlindungan privasi yang lebih kuat untuk mendapatkan kepercayaan pengguna.

Langkah Samsung menunjukkan keseriusan perusahaan dalam menjaga privasi sejak awal peluncuran produk.

Fitur deteksi penghalang ini mirip dengan langkah Meta yang menerapkan pembaruan perangkat lunak wajib untuk kacamata pintarnya. Samsung mengambil pendekatan serupa untuk memastikan privasi tetap terjaga.

>>> John Mayer Sumbang Rp90 Miliar untuk Riset PTSD, Fokus pada Kualitas Tidur

Ke depannya, persaingan di pasar kacamata pintar diperkirakan akan semakin ketat. Produsen seperti Samsung dan Apple perlu terus berinovasi dalam perlindungan privasi untuk memenangkan kepercayaan konsumen.