Salesforce mengumumkan akuisisi platform agen AI otonom Fin senilai sekitar US$3,6 miliar atau setara Rp55,4 triliun pada Senin (15/6).

Langkah ini diambil untuk memperkuat jajaran produk Agentforce di tengah fokus perusahaan pada otomatisasi.

>>> HokBen Hadirkan Promo HUT Sumatera Utara 15-17 April 2026

Melalui Agentforce, Salesforce telah mengubah arah bisnisnya menjadi penyedia layanan agen AI yang solid.

Pendapatan berulang tahunan dari Agentforce melonjak lebih dari tiga kali lipat menjadi US$1,2 miliar pada kuartal pertama.

Teknologi Fin dan Dampaknya

Fin menyediakan teknologi agen AI yang mampu mengelola pertanyaan dukungan pelanggan di berbagai saluran, seperti obrolan langsung, email, WhatsApp, SMS, telepon, dan Slack.

Layanan Fin telah digunakan oleh perusahaan besar seperti Anthropic, Kalshi, dan Doordash.

>>> Momen Haru: Pemain Jerman dan Curacao Berdoa Bersama Usai Laga Piala Dunia 2026

CEO Fin, Eoghan McCabe, menyatakan bahwa bergabung dengan Salesforce memungkinkan mereka menyebarkan teknologi Fin secara lebih luas dan lebih cepat.

Sebelumnya, Salesforce juga mengakuisisi platform manajemen data berbasis AI, Informatica, senilai US$8 miliar pada Mei 2025.

Proses akuisisi Fin diperkirakan rampung pada kuartal keempat tahun fiskal berjalan.

Setelah selesai, pelanggan akan mendapatkan lebih banyak pilihan untuk menerapkan agen AI dalam operasional layanan konsumen, termasuk opsi untuk bisnis skala kecil dan menengah.

>>> Harga iPhone 15 Turun per 17 April 2026, Momen Tepat untuk Upgrade

Di bursa, saham Salesforce sempat naik tipis dalam perdagangan yang bergejolak, namun masih turun lebih dari 30% sepanjang tahun ini akibat kekhawatiran investor terhadap disrupsi AI.