Raksasa teknologi global mulai memperkenalkan teknologi baru yang dirancang untuk menggerakkan agen AI agar mampu menyelesaikan tugas kompleks secara otonom.

Inovasi ini mencakup chip, laptop, dan software baru yang diyakini akan membuka jalan bagi masa depan komputasi tanpa banyak bergantung pada keyboard dan mouse.

>>> Realme C85 Pro Juni 2026: Harga Terbaru, Spesifikasi Lengkap, dan Status Jaringan 5G

Langkah ini diambil setelah upaya mengembangkan komputer yang menangani tugas rumit atas nama pengguna selama satu dekade terakhir belum memberi hasil memuaskan.

Asisten digital generasi sebelumnya umumnya hanya digunakan untuk hal sederhana seperti alarm dan memutar musik, serta belum mampu memahami preferensi pribadi.

Situasi mulai berubah setelah model bahasa besar meroket popularitasnya menyusul peluncuran ChatGPT.

Kini, Nvidia, Microsoft, Google, dan berbagai perusahaan teknologi lainnya meyakini ekosistem PC akan segera berubah.

Chip Baru Nvidia untuk Agen AI Lokal

Pada 1 Juni lalu, Nvidia meluncurkan chip laptop Windows baru bernama RTX Spark untuk menjalankan agen AI secara lokal tanpa perlu terhubung ke cloud.

Chip ini mengombinasikan teknologi grafis, komputasi, dan jaringan Nvidia dengan kapasitas memori yang lebih besar.

Chip tersebut dijadwalkan akan dirilis lewat deretan komputer buatan Dell, HP, dan Lenovo.

"Tujuan akhirnya adalah mencari tahu, 'Hei, bagaimana caranya saya cukup memberi tahu komputer apa yang pada dasarnya ingin saya lakukan, lalu membiarkannya mengerjakannya?'"

>>> NOAA Peringatkan El Nino Kuat Mulai Melanda, Berpotensi Pecahkan Rekor

kata Bob O'Donnell, kepala analis di firma riset Technalysis.

Perubahan kebiasaan komputasi juga terlihat dari kehadiran OpenClaw, asisten AI yang dapat menjalankan program dan menyelesaikan permintaan tanpa perlu terus-menerus diberi instruksi.