Bahkan, sejumlah karyawan di sektor teknologi dilaporkan mulai memberikan perintah suara ke agen AI alih-alih mengetik.

"Situasinya sangat berbeda sekarang karena lebih banyak orang sudah terbiasa menggunakan layanan seperti ChatGPT, Gemini, atau Anthropic," ujar David Naranjo dari Counterpoint Research.

Implementasi teknologi ini sempat didemonstrasikan oleh CEO Nvidia, Jensen Huang, yang menunjukkan bagaimana laptop dengan chip baru dapat membantu merancang desain rumah menggunakan agen AI yang beroperasi lintas aplikasi pemodelan 3D.

Sementara itu, Microsoft menciptakan agen baru bernama Scout di Microsoft 365 yang menggunakan teknologi OpenClaw untuk mengelola konten di cloud, komputer pribadi, maupun web.

Di sisi lain, Googlebooks mendatang juga dirancang mampu menyarankan tindakan otomatis, seperti menawarkan pengaturan jadwal rapat saat kursor diarahkan ke tanggal di email.

Walau menjanjikan, para ahli meyakini mayoritas orang belum akan mengendalikan komputer secara utuh dengan perintah suara dalam waktu dekat karena harga laptop generasi baru ini kemungkinan besar mahal.

>>> FIFGROUP Hadirkan Promo Pembiayaan di BTV Semesta Berpesta Malang

"Teknologi ini belum menjadi sesuatu yang mutlak dibutuhkan, bukan? Dan saya pikir di situlah tantangan yang harus dihadapi Nvidia, Microsoft, dan pemain lainnya," tambah Naranjo.