Penjaga gawang Luca Zidane menjalani debutnya di Piala Dunia 2026 saat membela tim nasional Aljazair melawan Argentina dalam laga pembuka Grup J di Arrowhead Stadium, Kansas City, pada Rabu (17/6/2026).

Kiper berusia 28 tahun milik klub Granada tersebut harus tampil mengenakan masker pelindung wajah khusus akibat cedera retak rahang, retak dagu, serta gegar otak parah yang didapatnya pada akhir April 2026.

>>> Bupati Tabanan Ajak Masyarakat Pererat Persatuan pada Hari Raya Galungan

Kehadiran putra legenda Prancis Zinedine Zidane di bawah mistar gawang tim berjuluk "Pejuang Gurun" ini menarik perhatian besar karena ia memilih membela tanah leluhur kakek-neneknya setelah resmi berpindah federasi dari Prancis pada September 2025.

Luca Zidane menjadi bagian dari fenomena globalisasi sepak bola di mana terdapat 292 pemain diaspora dari total 1.248 pesepak bola yang berlaga di Piala Dunia 2026, menurut data O Globo.

Analis sepak bola Afrika, Luis Fernando Filho menilai langkah Zidane tersebut berbuah positif setelah sang kiper sempat tampil kokoh di ajang Piala Afrika.

"Ini soal garis keturunan, rencana karier, dan kebutuhan tim. Aljazair membutuhkan kiper, dan Zidane melihat peluang bermain di Piala Dunia," kata Luis Fernando Filho.

Antusiasme Hadapi Messi

Sebelum pertandingan berlangsung, Luca Zidane mengungkapkan antusiasme serta kebanggaannya melalui program "La Tribuna" di Radio Marca karena berkesempatan menghadapi kapten Argentina, Lionel Messi.

"Bagi seorang pemain sepak bola, hal terhebat yang ada adalah bermain di Piala Dunia dan kemampuan untuk membela negaranya.

Merupakan kebanggaan besar bagi saya untuk berada di sini dan membela negara saya, Aljazair," ujar Luca Zidane.