Sebuah pesawat pembom B-52 Stratofortress milik Amerika Serikat jatuh tak lama setelah lepas landas di Pangkalan Angkatan Udara Edwards, California, pada Senin (15/6) waktu setempat.

Insiden ini menewaskan delapan orang yang berada di dalam pesawat.

>>> Prancis Kalahkan Senegal 3-1, Mbappe Cetak Dua Gol

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 11.20 waktu setempat saat pesawat legendaris tersebut hendak menjalani misi uji coba untuk modernisasi radar.

Benturan keras meninggalkan bekas hangus besar di landasan pacu berpasir serta kepulan asap hitam yang membubung tinggi.

Boeing Sampaikan Duka Cita

Perusahaan manufaktur pesawat, Boeing, segera merespons peristiwa ini dengan merilis pernyataan resmi.

"Kami menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga dan orang-orang terkasih dari delapan awak yang kehilangan nyawa," tulis Boeing.

Boeing juga mengonfirmasi bahwa dua karyawannya termasuk di antara korban.

>>> Simulasi Tarif Tol Jakarta-Surabaya Terbaru untuk Libur Sekolah

"Dengan penuh kesedihan, kami mengonfirmasi bahwa dua karyawan Boeing termasuk di antara mereka yang berada di dalam pesawat.

Kami telah berkomunikasi dengan keluarga mereka dan memberikan dukungan yang diperlukan," lanjut perusahaan.

Otoritas berwenang bersama militer AS kini tengah melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap penyebab kecelakaan.

Akibat insiden ini, seluruh operasional di pangkalan udara dihentikan hingga Selasa (16/6), meskipun area pangkalan kini sudah dibuka kembali.

>>> Mark Zuckerberg Berjuang Ubah Investasi AI Meta Menjadi Cuan

Detail lengkap hasil investigasi diperkirakan baru akan tersedia untuk publik sekitar enam bulan ke depan.