Sebuah pesawat pengebom strategis B-52 Stratofortress milik Amerika Serikat jatuh di kawasan gurun sekitar 161 kilometer sebelah utara Los Angeles pada hari ini.

Insiden terjadi saat pesawat bermesin delapan itu menjalankan misi uji coba rutin setelah lepas landas pukul 11.20 pagi waktu setempat.

>>> Kesepakatan AS-Iran Dorong Wall Street ke Rekor Tertinggi

Pangkalan Udara Edwards melalui pernyataan di media sosial X mengonfirmasi bahwa pesawat membawa delapan orang personel.

"Indikasi awal menunjukkan bahwa kecelakaan tersebut tidak dapat diselamatkan," demikian bunyi pernyataan resmi tersebut.

Tim tanggap darurat segera dikerahkan ke lokasi untuk memastikan kondisi seluruh awak. Penyebab pasti peristiwa ini masih dalam penyelidikan.

Rekaman dari udara menunjukkan area gurun seukuran lapangan sepak bola hangus terbakar dan mengeluarkan asap.

>>> Harga Minyak Dunia Anjlok 5 Persen Usai AS-Iran Teken MoU

Sejumlah kendaraan darurat bersiaga di sekitar perimeter, namun tidak terlihat puing-puing besar dari badan pesawat.

Peristiwa ini tercatat sebagai insiden fatal pertama bagi armada B-52 Stratofortress sejak kasus serupa di Pulau Guam pada Mei 2016, di mana seluruh tujuh awak berhasil selamat.

Pesawat buatan Boeing ini mampu beroperasi hingga ketinggian 50.000 kaki dan berfungsi membawa persenjataan konvensional maupun nuklir.

Saat ini Angkatan Udara AS hanya mengoperasikan varian B-52H yang tersebar di Sayap Bom ke-5 di Pangkalan Udara Minot, Sayap Bom ke-2 di Pangkalan Udara Barksdale, serta Sayap Bom ke-307 dari Komando Cadangan Angkatan Udara.

>>> Kode Redeem ML 10 Mei 2026: Klaim Hadiah Gratis untuk Pemain Baru

Identitas resmi para awak pesawat dalam kecelakaan ini masih belum diungkap oleh pihak militer.