Harga minyak dunia merosot hampir 5 persen pada perdagangan Senin (15/6/2026), mencapai level terendah dalam tiga bulan terakhir.

Penurunan ini dipicu oleh pengumuman Presiden AS Donald Trump mengenai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara AS dan Iran untuk mengakhiri konflik.

>>> Kode Redeem ML 10 Mei 2026: Klaim Hadiah Gratis untuk Pemain Baru

Pasar merespons positif karena kesepakatan mencakup rencana pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi titik krusial bagi sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia.

Harga minyak mentah Brent ditutup turun US$ 4,16 atau 4,76 persen ke level US$ 83,17 per barel.

Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS merosot US$ 4,13 atau 4,87 persen menjadi US$ 80,75 per barel.

Anjloknya harga ini menghapus sebagian besar premi risiko geopolitik yang sebelumnya mendorong harga minyak selama perang berlangsung.

Seorang pejabat AS mengatakan MoU tersebut ditandatangani oleh Trump, Wakil Presiden JD Vance, dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf.

Upacara penandatanganan resmi dijadwalkan berlangsung di Jenewa pada Jumat mendatang.

Media Iran, Mehr, melaporkan rancangan kesepakatan itu mengatur pembukaan kembali Selat Hormuz dalam waktu 30 hari di bawah pengaturan Iran.

Selain itu, kedua negara ditargetkan menyelesaikan perjanjian damai yang lebih komprehensif dalam 60 hari ke depan.

Ekspektasi pulihnya arus pasokan minyak global menjadi faktor utama yang menekan harga.

Wakil Presiden Senior Perdagangan Bok Financial, Dennis Kissler, menilai penurunan harga minyak wajar terjadi karena pasar mulai memperhitungkan potensi lonjakan pasokan dari kawasan Timur Tengah.

Sentimen tersebut juga tercermin dari langkah Iran yang memangkas harga jual resmi minyak mentah ringan untuk pembeli Asia.