Bursa Saham Asia Menguat Tipis Setelah Kesepakatan AS dan Iran
Bursa saham Asia mencatat penguatan tipis pada perdagangan Selasa (16/6) pagi.
Indeks MSCI Asia naik 0,1 persen setelah Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz.
>>> Drama China The First Jasmine Raih Rating Tinggi dengan Kisah Balas Dendam
Kontrak berjangka saham AS bergerak sedikit melemah, mengikuti lonjakan indeks S&P 500 sebesar 1,7 persen dan Nasdaq 100 yang melesat 3,1 persen pada penutupan sebelumnya.
Di pasar komoditas, harga minyak mentah Brent naik 0,6 persen mendekati US$84 per barel setelah merosot tajam pada Senin.
Dolar Australia melemah tipis terhadap dolar AS menjelang pengumuman kebijakan moneter domestik.
Keputusan Bank Sentral Dinanti
Pelaku pasar menanti keputusan suku bunga dari Bank Sentral Australia dan Bank Sentral Jepang.
Bank Sentral Australia diperkirakan mempertahankan suku bunga, sementara Bank Sentral Jepang diproyeksikan menaikkan suku bunga ke level tertinggi sejak 1995.
Tim ekonom ANZ Bank, termasuk Matthew Galt, menyatakan bahwa pasar membutuhkan waktu untuk stabil. Arus pelayaran di Selat Hormuz perlu dinormalisasi dan cadangan komoditas harus diisi kembali.
>>> Mahasiswa UGM Protes Diskusi Pejabat Negara hingga Berakhir Kericuhan
ANZ Bank menambahkan bahwa kesepakatan tersebut berpotensi mengurangi tekanan pengetatan kebijakan moneter global jika berjalan lancar. Namun, perubahan kebijakan bank sentral tetap bergantung pada perkembangan situasi ke depan.
Federal Reserve diprediksi mempertahankan suku bunga pada kisaran 3,5-3,75 persen dalam rapat terbaru. Langkah ini menjadi perhatian karena dipimpin oleh gubernur baru, Kevin Warsh.
Analis BlackRock Investment Institute, termasuk Jean Boivin dan Wei Li, mengamati bagaimana Warsh menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dan inflasi.
Mereka juga menyoroti kemungkinan pengurangan ketergantungan pada panduan kebijakan ke depan.
Para analis menambahkan bahwa keterbatasan petunjuk dari otoritas moneter dapat menimbulkan ketidakpastian baru. Hal ini berpotensi memicu pergeseran sentimen cepat di pasar modal global.
Bank Sentral Inggris dan Swiss diperkirakan menahan suku bunga, berbeda dengan Bank Sentral Eropa yang sudah menaikkannya pekan lalu.
>>> Sinetron Terikat Janji Episode 73: Konflik Perebutan Harta Keluarga Kusuma Makin Panas
Pergerakan pasar hari ini juga dipengaruhi rilis data penjualan ritel dan produksi industri China untuk Mei.
Update Terbaru
Pemkot Palu Tutup Sementara Jembatan Palu III Usai Gempa Magnitudo 6,7
Selasa / 16-06-2026, 15:36 WIB
I Became a Legend After My 10 Year-Long Last Stand Rilis PV Utama, Tema Lagu, Tayang 6 Juli
Selasa / 16-06-2026, 15:32 WIB
Insta360 Luna Ultra Resmi Meluncur, Bawa Dua Lensa Leica dan Zoom 12X
Selasa / 16-06-2026, 15:28 WIB
Syahdunya Pergantian Kiswah Sambut Tahun Baru di Tanah Suci
Selasa / 16-06-2026, 15:28 WIB
Samsung Luncurkan The Frame TV Khusus Hotel dengan Fitur Unggulan
Selasa / 16-06-2026, 15:25 WIB
Samsung Kembali Kuasai Pasar TV Mini LED Amerika Utara Jelang Piala Dunia
Selasa / 16-06-2026, 15:25 WIB
Hornbills ke Final IBL 2026 Berkat Kerja Kolektif Semua Pihak
Selasa / 16-06-2026, 15:24 WIB
PM Kamboja Hun Manet Akan Hadiri KTT Peringatan Rusia-ASEAN di Kazan
Selasa / 16-06-2026, 15:24 WIB
BKSDA Sumbar Turunkan Petugas Tangani Kemunculan Harimau di Agam
Selasa / 16-06-2026, 15:24 WIB
Wamen PKP: Penataan Kawasan Kumuh Ubah Masa Depan Desa Pesisir
Selasa / 16-06-2026, 15:19 WIB
Samsung Health Berbasis AI Hadir di Galaxy Watch, Bisa Deteksi Tanda Tubuh Mulai Sakit Saat Tidur
Selasa / 16-06-2026, 15:16 WIB
KJRI Jeddah Fasilitasi Ekspor Produk Herbal Rp2,5 Miliar ke Arab Saudi
Selasa / 16-06-2026, 15:14 WIB
Tecno Spark 50 Pro Resmi Meluncur dengan Chip Helio G100 Ultimate
Selasa / 16-06-2026, 15:14 WIB
3 HP Lipat Paling Murah Mulai Rp4 Jutaan, Penyimpanan Luas dan Performa Kencang
Selasa / 16-06-2026, 15:12 WIB






