Harga emas dunia bergerak menguat pada Selasa (16/6/2026) setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Selat Hormuz kemungkinan akan dibuka kembali pada hari Jumat.

Pernyataan tersebut membuka peluang meredakan gejolak energi dan inflasi global.

>>> One Piece Episode 1161 Sub Indo Rilis, Sinopsis dan Link Streaming Resmi

Nilai emas berada di kisaran US$4.310 per troy ons, naik 2,2 persen pada sesi sebelumnya.

Penguatan ini menyusul kesepakatan sementara antara AS dan Iran untuk mengakhiri konflik serta mencabut blokade maritim di Selat Hormuz.

Namun, sekutu AS masih bersikap hati-hati terkait kecepatan pemulihan aliran energi dan komoditas lain melalui jalur tersebut.

Sementara itu, harga minyak mentah mempertahankan kerugian.

West Texas Intermediate diperdagangkan mendekati US$81 per barel setelah turun hampir 5 persen pada Senin, dan Brent ditutup mendekati US$83.

>>> Mengenal Tiga Peringatan Penting Setiap 17 Maret

Sejak AS dan Israel meluncurkan serangan ke Iran pada akhir Februari, harga emas tercatat turun sekitar 18 persen.

Pergerakan emas dan minyak cenderung berlawanan arah selama masa perang karena lonjakan harga energi memicu inflasi dan mendorong bank sentral menaikkan suku bunga.

Para pelaku pasar kini menantikan rangkaian keputusan bank sentral pekan ini, termasuk pertemuan perdana Federal Reserve di bawah Gubernur Kevin Warsh.

Ekspektasi pasar mengarah pada kenaikan suku bunga acuan akhir tahun ini.

Pada pasar spot pukul 06.30 waktu Singapura, harga emas turun tipis 0,1 persen menjadi US$4.307,20 per troy ons, dan perak turun 0,2 persen ke US$69,87.

>>> Spanyol Ditahan Imbang Cape Verde di Piala Dunia 2026

Platinum dan paladium juga melemah tipis, sementara Indeks Bloomberg Dollar Spot ditutup 0,1 persen lebih rendah pada sesi sebelumnya.