Kesepakatan baru untuk membuka Selat Hormuz memicu lonjakan harga saham di bursa Amerika Serikat. Aset digital kripto juga ikut menguat, sedangkan harga minyak dunia justru merosot.

Indeks S&P 500 mencatat kenaikan 1,7% pada Senin.

>>> FIFA Bebaskan Wasit Shaun Evans dari Tuduhan Simbol Supremasi Rasis

Indeks Nasdaq 100 yang didominasi saham teknologi melesat 3,1%, dan Dow Jones Industrial Average mencapai rekor tertinggi sepanjang masa.

Harga minyak mentah AS ditutup di bawah US$81 per barel, meredakan kecemasan terhadap inflasi global.

Surat utang AS dan dolar bergerak sideways, meredam spekulasi kenaikan suku bunga Federal Reserve.

Presiden AS Donald Trump dan Wakil Presiden JD Vance dilaporkan telah menandatangani nota kesepahaman dengan Iran.

Selat Hormuz saat ini sudah dibuka sebagian dan ditargetkan beroperasi penuh pada Jumat mendatang.

Langkah diplomatik ini mendapat respons positif dari pelaku pasar karena memangkas ketidakpastian. Penghapusan ketegangan di jalur perdagangan internasional diyakini menjadi katalis penurunan harga energi global.

"Kesepakatan antara AS dan Iran merupakan terobosan besar dan hal positif bagi pasar," kata Michael Landsberg dari Landsberg Bennett Private Wealth Management.

"Pembukaan kembali Selat tersebut akan membantu menekan harga minyak."

Ulrike Hoffmann-Burchardi dari UBS Chief Investment Office mengatakan volatilitas mungkin berlanjut dalam jangka pendek. Namun, pertumbuhan yang tangguh dan laba yang kuat seharusnya terus mendorong kenaikan saham.

>>> Kiper Cape Verde Vozinha Menangis Haru Usai Jadi Man of the Match Lawan Spanyol

Para ahli strategi Morgan Stanley melihat peluang dorongan tambahan bagi pasar saham AS. Pergeseran modal diprediksi mengalir ke sektor yang sensitif terhadap kondisi ekonomi yang sempat tertinggal.