Harga minyak mentah dunia anjlok setelah Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan damai untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Kesepakatan ini mengakhiri blokade yang sebelumnya menghambat sekitar 20 persen pasokan minyak global.

>>> Atalanta Resmi Tunjuk Maurizio Sarri sebagai Pelatih Baru

Kontrak berjangka minyak mentah AS merosot 4,8 persen menjadi US$ 80,80 per barel.

Sementara itu, minyak mentah Brent melemah 3,9 persen ke US$ 83,89 per barel.

Blokade Selat Hormuz sebelumnya diterapkan Iran sebagai balasan atas serangan militer AS dan Israel. Langkah itu sempat memicu krisis pasokan minyak terbesar dalam sejarah.

Pengumuman Trump dan Jadwal Pembukaan

Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan tersebut melalui media sosial Truth Social. Ia menulis, "Dengan ini kesepakatan dengan Republik Islam Iran telah selesai."

Trump menjelaskan bahwa pembukaan Selat Hormuz tidak akan dikenakan pungutan bagi kapal yang melintas. AS juga sepakat mengakhiri blokade angkatan laut terhadap Iran.

"Kapal-kapal dunia, nyalakan mesin kalian. Biarkan minyak mengalir!"

>>> Ipswich Town Pertahankan Elkan Baggott untuk Musim Depan

tulis Trump.

Pembukaan jalur pelayaran direncanakan pada akhir pekan ini, bersamaan dengan agenda diplomatik di Eropa.

"Dengan dibukanya Selat Hormuz setelah penandatanganan kesepakatan pada Jumat, minyak akan kembali mengalir dari kedua arah," ujar Trump.

Negosiasi melibatkan Pakistan sebagai mediator. Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengonfirmasi kesepakatan penghentian operasi militer permanen di seluruh wilayah konflik, termasuk Lebanon.

"Kami berterima kasih kepada AS dan Iran atas komitmen mereka untuk solusi diplomatik," kata Sharif. Ia menambahkan bahwa mediator akan terus bekerja untuk mempersiapkan detail teknis sebelum penandatanganan.

>>> Pesawat Pengebom B-52 AS Jatuh Saat Misi Uji Coba

Sektor pelayaran menyambut positif perkembangan ini. CEO Frontline, Lars Barstad, optimistis lalu lintas kapal akan segera normal setelah kesepakatan tercapai.