FIFA Bebaskan Wasit Shaun Evans dari Tuduhan Simbol Supremasi Rasis
FIFA memutuskan untuk tidak menjatuhkan sanksi kepada wasit video assistant referee (VAR) asal Australia, Shaun Evans, setelah menyelesaikan investigasi dugaan penggunaan gestur simbol supremasi kulit putih.
Keputusan itu diambil setelah kamera penyiaran resmi menyorot Evans di ruang VAR sebelum pertandingan Grup G Piala Dunia 2026 antara Jerman dan Curacao.
>>> Kiper Cape Verde Vozinha Menangis Haru Usai Jadi Man of the Match Lawan Spanyol
Kamera menangkap momen ketika tangan kanan Evans membentuk gestur menyerupai simbol "OK" terbalik yang memicu kontroversi di media sosial.
Melalui hasil peninjauan resmi, FIFA menyatakan bahwa sang pengadil lapangan bersih dari dakwaan rasisme.
"Dari hasil penyelidikan yang dilakukan, tidak ditemukan bukti adanya pelanggaran terhadap Kode Disiplin FIFA," demikian pernyataan singkat FIFA.
Pembebasan tuduhan ini membuat posisi Evans aman untuk terus bertugas di sisa turnamen.
Setelah keputusan dirilis, Evans memberikan klarifikasi tertulis mengenai gestur yang ia tunjukkan.
"Gestur itu merupakan gerakan refleks yang tidak disengaja dan terjadi secara bawah sadar," ujar Evans.
Pria yang telah menjadi wasit internasional sejak 2017 ini mengaku terkejut dengan sorotan kamera ke ruang kerja VAR.
Ia menegaskan tidak memiliki motif ideologis apa pun di balik gerakan tangan yang terekam tersebut.
"Saya tidak menyadari telah membuat gerakan itu dan saya sama sekali tidak berniat menyampaikan pesan, afiliasi, permainan, ataupun keyakinan apa pun," katanya.
Evans juga merasa sedih karena spekulasi publik di media sosial mendadak menyudutkan integritas pribadinya.
Ia menyayangkan interpretasi negatif yang berkembang luas dan menekankan komitmennya pada nilai-nilai sportivitas.
"Pemberitaan yang muncul setelah kejadian ini sama sekali tidak mencerminkan diri saya. Saya memahami bagaimana gestur itu ditafsirkan dan saya menyesalkannya.
Update Terbaru
Meta Luncurkan Mode AI di Facebook, Andalkan Data Unggahan Pengguna
Selasa / 16-06-2026, 16:00 WIB
Teheran Tegaskan Israel Terikat dalam Kesepakatan Damai AS-Iran
Selasa / 16-06-2026, 15:59 WIB
Kapal Portugis Berusia 500 Tahun Bermuatan Emas Ditemukan di Gurun Namibia
Selasa / 16-06-2026, 15:56 WIB
Bukti Baru Kaitkan Virus Umum dengan Penyakit Alzheimer
Selasa / 16-06-2026, 15:56 WIB
Kucing Lebih Pintar dari yang Anda Kira: Beberapa Trah Bisa Belajar Trik Seperti Anjing
Selasa / 16-06-2026, 15:54 WIB
Aturan Emas Nikmati Manisan Tanpa Lonjakan Gula Darah
Selasa / 16-06-2026, 15:54 WIB
Hangtuah Jakarta Lepas Pelatih dan Kapten Tim untuk Persiapan IBL 2027
Selasa / 16-06-2026, 15:54 WIB
Kupu-Kupu Terberat di Dunia Ternyata Bersembunyi di Australia
Selasa / 16-06-2026, 15:53 WIB
Travel ke 190+ Negara dengan Biaya Kurang dari €4? Ini Caranya
Selasa / 16-06-2026, 15:53 WIB
Robot Kini Bersekolah di China untuk Kuasai 45 Keterampilan
Selasa / 16-06-2026, 15:53 WIB
Efek Kafein pada Otak Saat Tidur: Lebih Waspada, Kurang Pulih
Selasa / 16-06-2026, 15:52 WIB
Sering Ejakulasi Turunkan Risiko Kanker Prostat? Ini Kata Penelitian
Selasa / 16-06-2026, 15:52 WIB
Makam Genghis Khan Muncul di Citra Satelit 800 Tahun Setelah Kematiannya
Selasa / 16-06-2026, 15:52 WIB
Aturan Emas Makan Gula Tanpa Lonjakan Gula Darah
Selasa / 16-06-2026, 15:52 WIB






