FIFA menetapkan kebijakan baru terkait keselamatan pemain untuk turnamen Piala Dunia 2026.

Seluruh 104 pertandingan dalam kompetisi tersebut akan dihentikan sementara demi memberikan waktu istirahat minum atau hydration break.

>>> Manchester United Pimpin Perburuan Gelandang Mateus Fernandes

Jeda minum ini dijadwalkan berlangsung selama tiga menit di tengah-tengah setiap babak.

Wasit akan menghentikan jalannya pertandingan secara resmi pada menit ke-22 dan menit ke-65 di setiap laga.

Kebijakan ini diambil oleh FIFA setelah melakukan evaluasi pada pelaksanaan Piala Dunia Antarklub musim panas lalu di Amerika Serikat.

Saat itu, jajaran pelatih dan pemain Chelsea mengeluhkan tingkat kesulitan bertanding di bawah cuaca yang sangat panas.

Sejarah Penerapan Hydration Break

Pemberlakuan hydration break dalam kompetisi sepak bola tertinggi sebetulnya bukan hal yang asing.

Turnamen Piala Dunia 2014 di Brasil menjadi momen pertama dalam sejarah ketika jeda minum resmi mulai diterapkan.

Awalnya, jeda minum dilakukan secara tidak resmi dalam babak penyisihan grup yang mempertemukan Amerika Serikat dan Portugal di Manaus.

Wilayah tersebut memiliki kondisi cuaca yang sangat panas serta tingkat kelembapan yang tinggi.

Langkah ini terbukti memberikan dampak positif bagi kondisi fisik para pemain di lapangan.

Akhirnya, jeda minum resmi pertama kali diaplikasikan pada pertandingan babak 16 besar antara Belanda melawan Meksiko di Fortaleza dengan suhu udara mencapai 39°C.

Penerapan aturan tersebut juga didorong oleh keputusan pengadilan ketenagakerjaan di Brasil sebelum turnamen tahun 2014 dimulai.

>>> Juan Manuel Sanabria Debut Impresif di Piala Dunia 2026 Bersama Uruguay

Lembaga hukum itu mewajibkan FIFA mengadakan jeda minum jika indeks Wet-Bulb Globe Temperature (WBGT) menyentuh atau melewati angka 32°C.