Medcom baru-baru ini merilis ulasan mengenai tiga topik yang tengah menjadi perbincangan di masyarakat.

Topik tersebut mencakup rekomendasi produk perawatan kulit ramah kantong, edukasi kandungan skincare, hingga mitos seputar penanggalan Jawa.

>>> Promo Es Krim Indomaret 26 April 2026: Diskon Wall's dan Aice untuk Member

Ulasan pertama menyoroti pentingnya perlindungan kulit wajah tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

Penggunaan tabir surya atau sunscreen dinilai sebagai langkah wajib untuk menjaga kulit tetap sehat, bercahaya, dan mencegah penuaan dini.

Saat ini tersedia empat produk sunscreen berkualitas dengan harga terjangkau di bawah Rp50 ribu. Produk-produk ini menjadi alternatif bagi konsumen yang ingin merawat kulit tanpa menguras kantong.

Perbedaan Kolagen dan Hyaluronic Acid

Selain perlindungan dari sinar matahari, pemahaman tentang kandungan produk kosmetik juga menjadi poin krusial. Dua kandungan yang sering muncul dalam promosi adalah kolagen dan hyaluronic acid.

Kedua bahan ini memiliki fungsi yang berbeda dalam menjaga kesehatan struktur kulit. Kolagen bertindak sebagai kerangka utama yang menjaga komponen kulit tetap kokoh dan mencegah permukaan kulit kendur.

>>> Sebelum Ada Hydration Break, Begini Cara Pemain Bola Jaga Hidrasi

Sementara itu, hyaluronic acid berperan dalam menjaga kelembapan kulit. Analogi struktur kulit dapat digambarkan seperti kasur pegas, di mana kolagen adalah per yang menopang bentuknya.

Mitos Weton Tulang Wangi Saat Satu Suro

Tidak hanya membahas perawatan fisik, perhatian masyarakat juga tertuju pada fenomena adat dan tradisi lokal.

Salah satu konsep dalam primbon Jawa yang menarik perhatian adalah istilah Weton Tulang Wangi.

Masyarakat mengaitkan weton ini dengan karakteristik spiritual yang spesifik. Individu yang memiliki Weton Tulang Wangi dipercaya mempunyai energi spiritual yang sangat kuat.

>>> Arab Saudi Tahan Imbang Uruguay 1-1 di Laga Pembuka Piala Dunia 2026

Akibatnya, muncul anggapan bahwa mereka harus mengurung diri di dalam rumah saat malam Satu Suro. Kepercayaan ini masih dipegang oleh sebagian masyarakat hingga kini.