Kontroversi perlengkapan pertandingan mencuat setelah laga Grup F Piala Dunia 2026 antara Jepang dan Belanda di AT&T Stadium, Texas, pada Minggu, 15 Juni 2026.

Pemain Timnas Jepang, Keito Nakamura, menjadi sorotan publik akibat dituduh tidak mengenakan pelindung tulang kering atau shin guard yang layak saat bermain.

>>> Daftar Acara Trans TV Rabu, 17 Juni 2026 Ada Film Bioskop Zombieland: Double Tap dan Follow Me, Brownies, Insert dan Pagi-Pagi Ambyar + Link

Pertandingan itu sendiri berakhir dengan skor imbang 2-2. Nakamura sempat mencetak gol penyama kedudukan menjadi 1-1 setelah menerima umpan dari Takefusa Kubo.

Foto-foto pertandingan yang beredar luas di media sosial memicu perdebatan sengit di kalangan penggemar sepak bola.

Sejumlah fans meyakini winger berusia 25 tahun tersebut tampil di lapangan tanpa menggunakan pelindung tulang kering.

Padahal, penggunaan perlengkapan keselamatan tersebut bersifat wajib dalam regulasi sepak bola profesional demi melindungi pemain dari cedera serius.

Aturan IFAB dan Tanggung Jawab Pemain

Berdasarkan Pasal 4.2 Laws of the Game yang dirilis oleh International Football Association Board (IFAB), setiap pemain diwajibkan memakai pelindung tulang kering.

Aturan tersebut menetapkan bahwa pelindung harus terbuat dari bahan yang sesuai, berukuran memadai untuk memberikan proteksi layak, dan tertutup oleh kaus kaki.

IFAB juga menegaskan bahwa tanggung jawab penuh atas ukuran serta kelayakan pelindung berada di tangan pemain yang bersangkutan.

Mantan wasit FIFA sekaligus eks kepala Professional Game Match Officials Limited (PGMOL), Keith Hackett, turut memberikan tanggapan mengenai kontroversi ini.

"Shin guard harus dibuat dari material yang sesuai dan memiliki ukuran yang cukup untuk memberikan perlindungan yang layak serta tertutup oleh kaus kaki.