Pemain bertanggung jawab atas ukuran dan kelayakan shin guard yang mereka gunakan," kata Hackett.

Beberapa penggemar membela Nakamura dengan berpendapat bahwa sang pemain tetap memakai pelindung, namun dengan ukuran sangat kecil sehingga tidak terlihat di balik kaus kaki.

Fenomena penggunaan pelindung tulang kering berukuran mini memang sedang menjadi tren yang marak diadopsi oleh para pesepak bola di level tertinggi.

>>> Klasemen Grup G Piala Dunia 2026: Selandia Baru Puncaki Usai Laga Perdana Imbang

Meskipun populer, tren perlindungan minimalis ini mendapat kritik tajam dari kalangan tim medis sepak bola karena meningkatkan risiko cedera kaki.

Peringatan dari Dokter Sepak Bola

Mantan dokter klub Wycombe Wanderers, Bob Sangar, menilai banyak pemain profesional saat ini meremehkan potensi bahaya fatal di lapangan.

"Beberapa sepatu sepak bola modern memiliki pul yang tajam dan mampu merobek kaus kaki, kulit, bahkan otot. Saya pernah melihat cedera yang sangat tidak biasa," ujar Sangar.

"Berkali-kali saya melihat pemain menerima tendangan keras atau tekel dengan pul mengarah ke tulang kering maupun pergelangan kaki, tetapi mereka hanya mengenakan perlindungan yang sangat minim.

Mereka tampak tidak menyadari bahwa cedera akibat benturan seperti itu bisa sangat serius," tutur Sangar.

Sangar membagikan pengalamannya saat menangani kasus luka robek parah yang dialami oleh salah satu penyerang timnya pada tahun lalu.

"Tahun lalu kami menjalani pertandingan melawan Bristol Rovers dan salah satu penyerang kami mengalami luka robek yang membutuhkan hampir 30 jahitan.

Dia bahkan harus menjalani tindakan bedah plastik. Penyebabnya hanya satu pul sepatu yang menggores sisi luar kakinya," ungkapnya.

Sangar mendesak otoritas sepak bola untuk memberikan perhatian yang sama besarnya terhadap risiko cedera kaki seperti halnya penanganan pada kasus gegar otak.

"Kami sangat memperhatikan keselamatan pemain terkait gegar otak, tetapi saya tidak mengerti mengapa risiko cedera kaki serius mendapat perhatian yang jauh lebih sedikit."

"Kita tidak akan mengirim tentara ke medan perang tanpa pelindung tubuh. Namun, pesepak bola tetap turun ke lapangan hanya dengan jersey dan celana pendek."

>>> Kemenag Rilis Jadwal Puasa Muharram 2026 Lengkap dengan Bacaan Niat

"Situasi seperti ini akan terus terjadi sampai suatu saat muncul insiden yang benar-benar buruk. Saat itulah orang-orang akan sadar bahwa mereka seharusnya bertindak lebih cepat," kata Sangar.