>>> Bandara Madinah Mulai Pulangkan 8.500 Jemaah Haji Gelombang Kedua

Tapi saya ingin menegaskan dengan sangat jelas bahwa saya tidak secara sadar atau sengaja membuat simbol seperti yang dituduhkan," lanjutnya.

Sebagai pembelaan teknis, wasit berpengalaman A-League itu menjelaskan bahwa kebiasaan motoriknya memang sering memicu gerakan jari serupa.

Rekaman internal pertandingan memperlihatkan aktivitas konstan tangannya saat bertugas.

"Foto dan rekaman yang diambil selama pertandingan memperlihatkan bahwa saya mengulangi gerakan itu berkali-kali saat memegang pena di antara jari-jari saya," jelasnya.

Meskipun sempat menghadapi situasi pelik, Evans menyatakan fokusnya kini tertuju sepenuhnya pada sisa laga Piala Dunia 2026.

Ia menganggap penugasan ini sebagai pencapaian tertinggi dalam karier profesionalnya.

"Menjadi bagian dari perangkat pertandingan di Piala Dunia adalah kehormatan terbesar dalam karier saya dan saya menantikan kesempatan untuk terus mendukung rekan-rekan wasit selama turnamen ini," ungkapnya.

Sebelum keputusan resmi dirilis, gelombang desakan sempat muncul dari berbagai organisasi antirasisme.

Jaringan antirasisme Fare Network meminta federasi bertindak tegas karena kemiripan visual gestur tersebut dengan simbol kebencian global.

"Berdasarkan penilaian para ahli kami, gestur yang digunakan jelas menyerupai simbol OK terbalik yang digunakan sebagai simbol 'white power' di kalangan kelompok ekstrem kanan global," kata Fare.

Tuntutan serupa juga dilayangkan oleh Kick It Out asal Inggris yang menyurati pihak berwenang demi meminta klarifikasi utuh.

>>> Aldi Satya Mahendra Rebut Podium Ketiga Race 2 WorldSSP Misano 2026

Di sisi lain, otoritas penyiaran turnamen diam-diam mengubah protokol sorotan kamera ke ruang VAR Dallas agar para ofisial kini langsung menghadap monitor kerja tanpa berpose ke kamera.