Organisasi pemantau diskriminasi Fare Network secara resmi mendesak FIFA untuk segera memberhentikan petugas Video Assistant Referee (VAR) asal Australia, Shaun Evans, dari Piala Dunia 2026.

Desakan ini muncul setelah Evans diduga menunjukkan gestur tangan yang menyerupai simbol supremasi kulit putih saat siaran televisi langsung pada Minggu (14/6/2026).

>>> Kenaikan BBM dan Suku Bunga Tekan Daya Beli Kelas Menengah

Insiden terjadi sebelum laga pembuka Grup E antara Jerman melawan Curaçao di Houston, Amerika Serikat.

Kamera menyoroti tim analis VAR di Dallas dan Evans terlihat membentuk simbol "OK" terbalik dengan tangan kanannya.

Dalam pernyataan resmi, Fare Network menyebut gestur tersebut sangat menyerupai simbol "OK" terbalik yang kerap digunakan sebagai simbol white power dalam lingkaran sayap kanan ekstrem global.

Organisasi itu menilai tindakan Evans bersifat neo-Nazi dan meminta FIFA untuk menonaktifkannya dari sisa kompetisi.

>>> Adrian Wibowo Resmi Bergabung dengan FC Wacker Innsbruck

"Mengapa seorang pengawas VAR menggunakan simbol ini di acara sepak bola global pada saat ia tahu kamera sedang menyorotnya?"

tulis Fare Network dalam pernyataannya.

Hingga saat ini, motif Evans melakukan gerakan tersebut belum dapat dipastikan. Belum diketahui apakah itu terkait pernyataan politik atau sekadar permainan lelucon "circle game" di bawah pinggang.

Dampak dari kontroversi ini membuat sutradara televisi menghentikan sesi pengenalan panel VAR kepada pemirsa pada dua pertandingan berikutnya.

>>> Bridgerton Season 4 Puncaki Daftar Serial Netflix Global

Pihak FIFA, Professional Football Referees Association Australia, dan Football Australia masih belum memberikan komentar resmi terkait insiden ini.