FIFA akan menerapkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam sistem deteksi offside pada Piala Dunia 2026.

Langkah ini diambil untuk mengurangi kontroversi keputusan wasit yang kerap terjadi di turnamen sebelumnya.

>>> Jadwal Siaran Langsung Sepak Bola Malam Ini Didominasi Pertandingan Piala Dunia 2026

Teknologi yang digunakan adalah Semi-Automated Offside Technology (SAOT) yang telah ditingkatkan. Sistem ini memungkinkan pemantauan posisi pemain secara presisi dan real-time.

Cara Kerja SAOT

Sebanyak 1.248 pemain dari 48 tim telah dipindai secara digital menjadi avatar 3D yang akurat.

Bola pertandingan dari Adidas dilengkapi sensor Inertial Measurement Unit (IMU) yang mengirim data 500 kali per detik.

Selain itu, 12 kamera pelacak dipasang di sekeliling stadion untuk memantau 29 titik data per pemain sebanyak 50 kali per detik.

Sistem langsung menghitung titik tendangan dan memetakan posisi pemain saat bola dimainkan.

>>> Bea Cukai Usulkan Pagu Indikatif Rp2,81 Triliun ke DPR untuk 2027

Jika seorang pemain berada lebih dari 10 cm di luar garis offside, peringatan audio langsung dikirim ke earphone asisten wasit.

Ambang batas ini diturunkan dari sebelumnya 50 cm.

Petugas VAR tidak perlu lagi menarik garis offside secara manual. Mereka hanya memverifikasi titik tendangan dan garis offside yang telah diproduksi otomatis oleh AI.

Penonton di rumah juga dapat melihat tayangan animasi 3D yang menunjukkan posisi tubuh pemain saat operan dilakukan. Visualisasi ini membantu memahami keputusan wasit dengan lebih jelas.

>>> Jepang Tahan Imbang Belanda 2-2 di Laga Perdana Grup F Piala Dunia 2026

Penerapan AI ini diharapkan meminimalisir kesalahan manusia seperti yang terjadi pada masa lalu, misalnya gol tangan Tuhan Diego Maradona pada 1986 atau gol offside Carlos Tevez pada 2010.