Saham SpaceX mencatat lonjakan 19 persen pada hari pertama pencatatan di bursa Nasdaq, Jumat lalu.

Kenaikan ini langsung menempatkan perusahaan teknologi roket tersebut sebagai perusahaan terbesar keenam di Amerika Serikat berdasarkan kapitalisasi pasar.

>>> Jadwal Piala Dunia 2026: Spanyol vs Cape Verde dan Belgia vs Mesir pada 15 Juni

Lonjakan harga saham pada debut perdana terjadi setelah SpaceX melaporkan pendapatan sebesar US$ 18,7 miliar sepanjang tahun 2025.

Pencapaian ini juga mendorong CEO Elon Musk menjadi triliuner pertama di dunia.

Antusiasme tinggi datang dari investor ritel yang memborong saham SpaceX senilai US$ 117,6 juta pada hari pertama perdagangan.

Data Vanda Research menunjukkan investor ritel mendapatkan jatah sekitar 20 persen alokasi IPO, melampaui rekor IPO Coinbase pada April 2021.

Prospek dan Potensi Volatilitas

Dalam pernyataannya pada Minggu (14/6/2026), Elon Musk mengatakan SpaceX berpotensi mencatatkan pendapatan US$ 11 triliun pada 2030.

>>> Masyarakat Jawa Bersiap Peringati Malam Satu Suro 2026

Perusahaan bergerak di bidang teknologi roket hingga kecerdasan buatan (AI).

Pergerakan positif diperkirakan berlanjut seiring rencana masuknya saham SpaceX ke berbagai indeks acuan.

SpaceX diproyeksikan segera bergabung dalam indeks Nasdaq 100, serta masuk ke FTSE Russell dan MSCI masing-masing pada 26 Juni dan 29 Juni.

Namun, analis dan manajer portofolio mengingatkan potensi volatilitas tinggi pada fase awal menjadi perusahaan publik.

>>> PT ASABRI Cairkan Gaji ke-13 Pensiunan Rp1,4 Triliun

Batasan jumlah saham beredar yang relatif kecil dibandingkan total valuasi dapat memicu fluktuasi harga tajam.