Forbes secara resmi menyatakan Elon Musk sebagai triliuner pertama di dunia.

Pencapaian ini terjadi setelah perusahaan antariksa miliknya, SpaceX, melantai di bursa Nasdaq melalui penawaran umum perdana (IPO) yang memecahkan rekor.

>>> Caleta-Car Waspadai Harry Kane Jelang Laga Kroasia vs Inggris

Berdasarkan perhitungan Forbes, kekayaan Musk melonjak hingga sekitar USD1,1 triliun atau setara Rp19.483,3 triliun.

Angka tersebut menjadikannya orang pertama dalam sejarah modern yang berhasil menembus ambang kekayaan USD1 triliun.

SpaceX memulai debutnya di Nasdaq dengan harga pembukaan sekitar USD150 per saham, setelah sebelumnya menetapkan harga IPO sebesar USD135 per saham.

Perdagangan perdana itu langsung mendorong valuasi perusahaan mendekati bahkan melampaui USD2 triliun.

Lonjakan valuasi tersebut secara otomatis meningkatkan nilai kepemilikan saham Musk di SpaceX.

Forbes memperkirakan ia memiliki sekitar 4,8 miliar saham SpaceX serta ratusan juta opsi saham tambahan, menjadikan SpaceX sebagai sumber terbesar kekayaannya saat ini.

Perjalanan Kekayaan Elon Musk

Musk pertama kali masuk dalam daftar miliarder Forbes pada tahun 2012 dengan estimasi kekayaan sekitar USD2 miliar. Saat itu ia berada di peringkat ke-634 orang terkaya di dunia.

Hanya dalam waktu sembilan tahun, Musk berhasil menjadi orang terkaya dunia untuk pertama kalinya pada Januari 2021 berkat lonjakan harga saham Tesla.

Pertumbuhan kekayaannya semakin cepat seiring perkembangan bisnis Tesla, SpaceX, Starlink, xAI, dan perusahaan lainnya.

>>> Alasan Elon Musk Enggan Miliki Rumah Mewah dan Pilih Sewa Hunian Sederhana

Forbes mencatat bahwa enam tahun lalu kekayaan Musk masih di bawah USD25 miliar, sebelum akhirnya meningkat secara eksponensial hingga menembus angka USD1 triliun.

Pencapaian Musk tidak hanya memecahkan rekor pribadi, tetapi juga menciptakan jarak yang sangat besar dibandingkan miliarder lainnya.