Saham SpaceX kembali mencatat penguatan signifikan pada perdagangan di Bursa Nasdaq.

Harga saham perusahaan antariksa itu melonjak lebih dari 6 persen ke level US$ 171,04 per saham pada sesi pagi waktu Amerika Serikat.

>>> Marc Klok Jadwalkan Terbang ke Miami Tonton Piala Dunia 2026

Kenaikan ini memperpanjang reli setelah saham SpaceX meroket 19 persen pada hari pertama perdagangan. Lonjakan tersebut mendorong valuasi total perusahaan menembus angka psikologis US$ 2 triliun.

Dengan kapitalisasi pasar tersebut, SpaceX kini menjadi perusahaan terbesar keenam di Amerika Serikat.

Pencapaian ini juga menempatkan pendiri Elon Musk sebagai orang pertama di dunia dengan kekayaan bersih di atas US$ 1 triliun.

Keyakinan pasar semakin kuat setelah Musk memproyeksikan pendapatan SpaceX bisa mencapai US$ 1 triliun pada 2030.

Sebagai perbandingan, pendapatan perusahaan pada 2025 tercatat US$ 18,7 miliar dan belum membukukan laba bersih.

"Ini adalah perusahaan dengan potensi pertumbuhan yang sangat besar.

SpaceX merupakan saham pertumbuhan jangka panjang dengan banyak peluang menarik ke depan," ujar Portfolio Manager Gabelli Funds, John Belton.

Potensi Masuk Indeks dan Minat Investor

Sejumlah analis memprediksi reli masih berlanjut karena SpaceX berpeluang masuk ke indeks Nasdaq 100 melalui jalur cepat.

>>> Gibran Rakabuming Raka Terima Aspirasi 15 Mahasiswa di Istana Wapres

Masuknya emiten baru ini diperkirakan memicu permintaan dari dana pasif dan ETF yang mengikuti indeks tersebut.

Lembaga indeks global FTSE Russell dan MSCI juga menjadwalkan memasukkan SpaceX ke dalam indeks mereka pada akhir Juni 2026.

Broker Jefferies mengestimasi aliran dana pasif dari FTSE Russell bisa mencapai US$ 2,68 miliar.