Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melonjak 5,49 persen ke level Rp 6.250 pada sesi I perdagangan Senin (15/6/2026) sekitar pukul 10.02 WIB.

Lonjakan ini mengakhiri tren koreksi yang terjadi pada periode 3-8 Juni lalu, setelah sebelumnya saham sempat terpuruk ke level Rp 4.000-an.

>>> MNC Bank Luncurkan MODENA Pay untuk Perkuat Pembiayaan Ritel

Aktivitas perdagangan mencatat sebanyak 134,9 juta saham BBCA telah ditransaksikan dengan frekuensi 27.854 kali dan nilai transaksi mencapai Rp 836 miliar.

Berdasarkan data aplikasi Stockbit Sekuritas, saham emiten perbankan besar ini membukukan aksi beli bersih oleh investor asing (net buy) senilai Rp 126,4 miliar.

Buyback Saham dan Sentimen Pasar

Pemulihan harga saham ini sejalan dengan kelanjutan program pembelian kembali (buyback) saham perseroan yang telah mengantongi persetujuan RUPST pada 12 Maret 2026.

Aksi korporasi tersebut direncanakan berlangsung selama 12 bulan hingga 11 Maret 2027.

Manajemen menegaskan bahwa langkah ini diambil dengan mempertimbangkan kondisi fundamental perusahaan yang kokoh dan sesuai regulasi tata kelola yang berlaku.

"Pelaksanaan buyback saham BBCA merupakan sinyal optimisme kami di pasar modal Indonesia.

Aksi korporasi ini juga sudah mempertimbangkan kondisi fundamental perseroan," ungkap Hendra dalam keterangannya, Kamis (11/6/2026).

>>> Xbox Bersiap Pangkas Anggaran dan PHK Massal Karyawan

Pihak manajemen menambahkan bahwa komitmen terhadap kepatuhan regulasi tetap menjadi prioritas utama selama periode pelaksanaan aksi pasar ini.

Jangka waktu pengembalian saham dapat disesuaikan kembali apabila korporasi memutuskan untuk menyelesaikannya lebih awal.

Penguatan saham BBCA berjalan beriringan dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang melompat 3,7 persen pada pukul 10.06 WIB serta penguatan mata uang rupiah sebesar 82 poin ke level Rp 17.778 per dolar AS.