Setiap tanggal 28 Februari, masyarakat dunia memperingati tiga momen penting yang mengangkat isu kesehatan, etika, dan lingkungan.

Peringatan ini mengajak publik untuk lebih peduli terhadap tantangan medis, industri kecantikan yang beretika, serta kelestarian bumi melalui tindakan sederhana.

>>> Klaim Kode Redeem FC Mobile Mei 2026 untuk Hadiah Star Shard

Hari Penyakit Langka

Hari Penyakit Langka diperingati setiap 28 Februari, atau 29 Februari saat tahun kabisat, untuk meningkatkan kesadaran terhadap penyakit yang jumlah penderitanya sedikit.

Peringatan ini pertama kali digagas pada 2008 oleh organisasi pasien di Eropa dan kini dirayakan di lebih dari 100 negara.

Penyakit langka umumnya bersifat kronis dan progresif, dan sebagian besar belum memiliki terapi definitif.

Penyintas sering menghadapi keterlambatan diagnosis, akses pengobatan terbatas, dan biaya perawatan tinggi.

Momentum ini diisi dengan kampanye edukasi, advokasi kebijakan, dan penggalangan dukungan agar pasien mendapat layanan medis setara.

Hari Lipstik Vegan Nasional

Setiap 28 Februari juga diperingati sebagai Hari Lipstik Vegan Nasional, yang mendorong penggunaan produk kecantikan bebas bahan hewani.

>>> HokBen Gratis Ramen Selama April 2026, Ini Syaratnya

Gerakan ini juga mengampanyekan kosmetik yang tidak diuji coba pada hewan, sejalan dengan meningkatnya kesadaran konsumen akan etika.

Lipstik vegan biasanya tidak mengandung lilin lebah, carmine, atau bahan turunan hewan lainnya.

Momen ini mengajak publik lebih cermat membaca label produk dan mendorong industri kecantikan berinovasi menuju produk ramah lingkungan.

Hari Tanpa Sedotan

Hari Tanpa Sedotan atau Skip the Straw Day digelar setiap 28 Februari untuk mengurangi penggunaan sedotan plastik sekali pakai.

Gerakan ini lahir dari kekhawatiran terhadap limbah plastik yang mencemari laut dan merusak ekosistem satwa laut.

Masyarakat diimbau menolak sedotan plastik atau beralih ke alternatif seperti stainless steel, bambu, atau kertas.

>>> Salesforce Akuisisi Platform Agen AI Fin Senilai Rp55,4 Triliun

Langkah sederhana ini diyakini berdampak besar bagi kelestarian bumi jika dilakukan secara kolektif.